BLITAR KAWENTAR - KASUS pembunuhan terhadap seorang perempuan lanjut usia di Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, terus berkembang. Fakta baru terungkap dari keterangan kerabat korban yang menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan menantu korban sendiri.
Kerabat korban, Sri Wahyuni, 25, mengungkapkan bahwa hubungan antara korban dan pelaku sebelumnya memang kerap diwarnai situasi yang kurang harmonis. Menurutnya, cekcok tersebut sudah terjadi beberapa kali sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi. “Mertua dan menantunya sebelumnya memang beberapa kali cekcok,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dia menduga pertengkaran yang berulang membuat pelaku kehilangan kesabaran hingga nekat melakukan perbuatan tersebut. “Mungkin hilang kesabaran, jadi bisa melakukan hal seperti itu,” katanya.
Sri Wahyuni juga mengaku sempat bertemu dan berbincang dengan pelaku beberapa jam sebelum kejadian. Percakapan itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di depan rumahnya dan saat itu tidak terlihat adanya tanda-tanda mencurigakan. “Sebelumnya saya sempat ngobrol dengan pelaku sekitar jam 8 malam di depan rumah saya,” ungkapnya.
Namun, situasi berubah drastis beberapa jam kemudian. Sri Wahyuni mengatakan, sekitar pukul 23.00 WIB, aparat kepolisian sudah berada di lokasi untuk menangani peristiwa pembunuhan tersebut. “Tapi tahu-tahu jam 11 sudah ada polisi yang menangani,” tuturnya.
Usai kejadian, pelaku disebut sempat melarikan diri menggunakan sepeda listrik ke arah wilayah Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. “Si menantu sempat pergi naik sepeda listrik ke arah Ngantru dan kabarnya sekarang sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” jelas Sri Wahyuni.
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait kasus pembunuhan ini. "Terduga pelaku dalam kasus pembunuhan ini telah berhasil diamankan. Saat ini, terduga pelaku berada dalam pengamanan Polres Blitar Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Rudi Kuswoyo, saat ditemui di Mako Polres Blitar Kota.
Polisi masih fokus pada proses penyidikan guna memastikan kronologi kejadian serta peran terduga pelaku dalam kasus ini. Informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.(*)