Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Kondisi Sentra Kendang Sentul Blitar yang Tetap Bergeliat Tembus Pasar Ekspor

Satria Wira Yudha Pratama • Rabu, 28 Januari 2026 | 13:30 WIB
MASIH EKSIS: Pekerja memoles kendang sentul saat tahap finishing di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, sebelum dikirim ke pasar luar negeri.
MASIH EKSIS: Pekerja memoles kendang sentul saat tahap finishing di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, sebelum dikirim ke pasar luar negeri.

BLITAR KAWENTAR- Suara amplas dan riuh ketukan kayu terdengar saling bersahutan saat memasuki kawasan Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul. Tangan-tangan terampil perajin itu dengan cekatan memotong batangan kayu, lalu membentuknya menjadi kendang setengah jadi. Kayu yang digunakan adalah kayu mahoni dan nangka.


Sebagian perajin lain sibuk pada tahap finishing, yakni membentuk motif dan mengecat. Semua pekerjaan dilakukan dengan teliti, tahap demi tahap. Tujuannya agar kendang yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Apalagi, mayoritas produk kendang tersebut harus diekspor.


Sejauh ini, kendang hasil produksi perajin tersebut dikirim ke Korea Selatan dan beberapa negara lain. Selain memproduksi kendang, sebagian perajin juga ada yang membuat sejumlah alat instrumen musik perkusi.


Ya, produk lokal ini bukan sekadar alat musik biasa. Kendang Sentul telah lama dikenal memiliki standar kualitas ekspor, terutama untuk pasar Asia seperti Tiongkok dan Korea Selatan.


Salah satu perajin yang masih tetap bertahan memproduksi kendang sentul adalah Siti Mulkhoidah. Sudah kurang lebih 20 tahun, dia menjalankan usaha produksi kendang sentul. Kini sudah sekitar 30 orang yang menjadi pekerjanya.
"Kendang Sentul ini punya karakter yang khas. Selain untuk kebutuhan alat musik tradisional, banyak juga pesanan yang masuk untuk kebutuhan dekorasi atau suvenir mancanegara dengan ukuran yang lebih kecil," ujarnya.


Selama ini, Siti memproduksi beragam jenis ukuran serta model kendang. Hal ini untuk menyesuaikan kebutuhan pasar. Dari segi ukuran mulai 20 sentimeter (cm), 30 cm, 50 cm hingga 70 cm. Kemudian untuk motif kendang juga bervariasi sesuai selera pasar.


Seiring berjalannya waktu, kendang produksi warga Kelurahan Sentul ini tak hanya dinikmati pasar lokal, tetapi juga pasar luar negeri. Kendang Sentul telah menjadi potensi unggulan daerah yang turut mendorong sektor pariwisata di Kota Blitar. Sebab, sentra produksi Kendang Sentul turut menjadi jujukan wisatawan sekaligus oleh-oleh khas.


Di masa keunggulan itu, tiba-tiba pandemi Covid-19 menyerang. Tak hanya sektor kesehatan yang terdampak, tetapi juga sektor perekonomian hingga pariwisata ikut lumpuh. Perajin kendang merasakan dampaknya yang begitu dahsyat. ”Saat Korona itu jumlah produksi saya turun drastis karena penjualan sepi. Yang ketika sebelum Korona bisa produksi sekitar 4 ribu kendang dalam sebulan, namun saat Korona anjlok sampai seperempatnya,” aku Siti.

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#kerajinan blitar #Siti Mulkhoidah #Alat Musik Perkusi #wisata blitar #Kendang Sentul