JAKARTA – Penulis yang sempat viral lewat buku Gibran The Next Presiden pada 2024, Ahmad Bahar, kembali menghadirkan karya yang diprediksi memantik perdebatan publik.
Kali ini, ia akan meluncurkan buku barunya berjudul “Raport Merah Sang Jendral Listyo Sigit Prabowo”.
Dalam siaran pers yang diterima, buku tersebut mengulas kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ahmad Bahar menilai sejumlah kebijakan selama masa jabatan Kapolri dinilai kurang menjunjung nilai demokrasi.
Buku ini juga menyoroti posisi Listyo Sigit sebagai Kapolri terlama yang menurut penulis belum mampu membawa reformasi signifikan di tubuh Polri.
Beberapa isu yang diangkat di antaranya turunnya indeks demokrasi, dugaan kriminalisasi hukum, budaya setoran, hingga istilah “no viral no justice” yang ramai diperbincangkan di masyarakat.
Ahmad Bahar menyimpulkan dalam bukunya bahwa kinerja Polri di bawah kepemimpinan Listyo Sigit mendapat nilai “merah”.
Meski demikian, ia menegaskan kritik yang disampaikan bukan bentuk kebencian, melainkan wujud kepedulian terhadap institusi Polri.
“Mengkritik Polri bukan berarti membenci, justru ini bentuk kepedulian agar korps baju coklat ini semakin baik ke depan,” tulis Ahmad Bahar dalam siaran persnya.
Kegiatan peluncuran buku dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai, bertempat di Galery Kopi Darmin, Jalan Duren Tiga No 7E, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sejumlah narasumber dipastikan hadir dalam acara tersebut, di antaranya Komjen (Purn) Oegroseno dan Rismon Sianipar.
Sementara Mahfud MD masih dalam tahap konfirmasi kehadiran.
Ahmad Bahar sendiri merupakan penulis kelahiran Kota Blitar.
Buku terbarunya ini diperkirakan akan mengundang pro dan kontra, mengingat tema yang diangkat menyentuh institusi kepolisian secara langsung.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.