BLITAR KAWENTAR– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa TK Al-Hidayah 1 Desa Langon, Kecamatan Ponggok, menuai sorotan. Itu setelah ditemukan ulat di dalam buah naga, menu yang dibagikan kepada siswa.Temuan tersebut terjadi pada distribusi MBG yang dilaksanakan Senin (27/1) lalu. Ulat diketahui berada di bagian dalam buah naga yang saat dibagikan masih dalam kondisi utuh dan belum dikupas.
Menanggapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dadaplangu selaku dapur penyedia menu MBG mengakui kebenaran temuan ulat tersebut. Kepala SPPG Dadaplangu, Mefta Yusela menegaskan, ulat berasal dari buah naga yang secara fisik terlihat baik dari luar.
“Ada ulat buah, Pak. Jadi menunya ada buah naga, buahnya tidak dikupas, hanya dipotong. Ketika diporsikan dari luar terlihat utuh, ternyata saat sampai ke penerima manfaat dan dikupas, ada ulat buah di dalamnya,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (28/1).
Menurut dia, saat proses distribusi, buah naga memang tidak dikupas terlebih dahulu sehingga kondisi bagian dalam buah tidak terlihat. Dari luar, buah naga tampak segar dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Ternyataa saat dikupas memang informasinya ada ulat di dalam daging buah,” akunya.
Pihak SPPG menyebut kejadian tersebut sebagai faktor ketidaksengajaan. Sebab, tim pemorsian mengaku telah melakukan penyortiran bahan makanan sebelum didistribusikan. Namun ternyata hal tak terduga ini terjadi. “Sehingga masih ada buah yang luput dari pengawasan karena kondisi luarnya tampak normal,” bebernya.
Meski demikian, kejadian ini menjadi catatan penting bagi penvyelenggara MBG. Publik menyoroti aspek ketelitian dan standar keamanan pangan, mengingat program MBG menyasar anak-anak usia dini yang membutuhkan pengawasan ekstra terhadap kualitas dan kebersihan makanan. “Dari tim pemorsian juga sudah melakukan penyortiran. Tapi ternyata ada yang kelewat karena kelihatan utuh. Ke depannya, kami akan lebih teliti lagi,” pungkasnya. (*)