Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perkembangan Kasus PMK di Kabupaten Blitar Menunjukkan Tren Positif

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:06 WIB
‎ Tren Positif Kesembuhan PMK Sisakan 16 Ekor dalam Kondisi Sakit ‎
‎ Tren Positif Kesembuhan PMK Sisakan 16 Ekor dalam Kondisi Sakit ‎

BLITAR KAWENTAR – Tingkat kesembuhan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Blitar menunjukkan tren yang cukup positif. Berdasarkan data pembaruan situasi Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar per Senin (26/1), jumlah hewan ternak yang dinyatakan sembuh jauh lebih tinggi dibandingkan kasus aktif yang masih ditangani.


‎‎Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas mengatakan, hingga Senin (26/10) total kasus PMK tercatat 88 ekor ternak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 ekor sekitar 80 persen dinyatakan sembuh, 16 ekor masih dalam kondisi sakit, dan tidak terdapat laporan kematian maupun pemotongan paksa.

“Data ini menunjukkan tingkat kesembuhan PMK di Kabupaten Blitar cukup tinggi. Mayoritas ternak yang terpapar sudah berhasil kami tangani dan dinyatakan sembuh,” ujarnya saat dikonfirmasi.


‎‎Lusia menjelaskan, keberhasilan penanganan tersebut tidak lepas dari langkah cepat petugas di lapangan, termasuk pengobatan, isolasi ternak sakit, serta penerapan biosekuriti di kandang-kandang ternak. Selain itu, kesadaran peternak untuk segera melaporkan ternaknya yang sakit juga turut berperan dalam menekan penyebaran PMK.


‎‎Secara sebaran wilayah, kasus PMK tercatat terjadi di 17 kecamatan di Kabupaten Blitar. Kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi antara lain Nglegok dengan 15 kasus, Talun 13 kasus, dan Kesamben 12 kasus. Meski demikian, sebagian besar kasus di kecamatan tersebut juga didominasi oleh ternak yang telah sembuh. ‎“Di beberapa kecamatan, angka kesembuhan bahkan sudah mencapai 100 persen dari total kasus yang tercatat. Ini menjadi indikator bahwa upaya pengendalian PMK berjalan efektif,” jelas Lusia.


‎‎Sementara itu, berdasarkan grafik perkembangan harian, tren kesembuhan terus meningkat meskipun sempat terjadi penambahan kasus di pertengahan hingga akhir Januari. Namun, penambahan tersebut diimbangi dengan lonjakan angka kesembuhan dalam waktu yang relatif singkat.

Pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada peternak hingga seluruh kasus PMK benar-benar tertangani. Imbauannya, peternak tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternaknya. ‎“Fokus kami saat ini adalah mempertahankan tren kesembuhan dan mencegah munculnya kasus baru. Kerja sama peternak sangat kami harapkan agar PMK di Kabupaten Blitar bisa segera terkendali sepenuhnya,” pungkasnya.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#kesehatan hewan #Lusia Adityaningtyas #disnakkan kabupaten blitar #Biosekuriti Kandang #Wabah PMK 2026