BLITAR KAWENTAR - Pilihan merayakan pernikahan dengan konsep intimate wedding kian diminati kalangan Gen Z. Meski dengan jumlah tamu terbatas, konsep ini dinilai justru menghadirkan makna yang lebih sakral dibandingkan pesta besar.
Menurut Ichwan Nanda Herwina, intimate wedding membuat suasana pernikahan terasa lebih leluasa karena hanya dihadiri keluarga serta teman terdekat. Kondisi tersebut dinilai mampu mengurangi beban persiapan sekaligus menghemat energi emosional dan fisik.
Pada awalnya orang tua menolak serta muncul pro dan kontra. Ada anggapan bahwa pernikahan tanpa perayaan besar tidak sesuai dengan nilai sosial. Setelah dapat pemahaman, orang tua akhirnya merestui konsep intimate wedding. “Orang tua akhirnya menyadari kebahagiaan anak-anaknya lebih penting daripada sekadar pandangan orang lain,” pungkas Ichwan. (*)