Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Omset Tembus Rp10 Juta per Hari, Warga Togokan Ini Sukses Kembangkan Ternak Jangkrik Blitar dari Lahan Belakang Rumah

Dyah Wulandari • Kamis, 29 Januari 2026 | 19:30 WIB

Ternak jangkrik Blitar jadi ladang cuan. Purwanto sukses raup omset Rp10 juta per hari hanya dari lahan belakang rumah.
Ternak jangkrik Blitar jadi ladang cuan. Purwanto sukses raup omset Rp10 juta per hari hanya dari lahan belakang rumah.

BLITAR – Usaha ternak jangkrik Blitar terbukti mampu menjadi ladang cuan yang menjanjikan. Hal itu dirasakan langsung oleh Purwanto, warga Kelurahan Togokan, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, yang sukses meraup keuntungan hingga jutaan rupiah per hari dari beternak jangkrik di belakang rumahnya.

Bermodal lahan sempit dan ketekunan, Purwanto mampu mengubah serangga kecil bernama jangkrik menjadi sumber pendapatan utama keluarga. Saat ini, omset harian dari usaha ternak jangkrik Blitar yang ia kelola mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta per hari.

Berawal dari Sopir Pengantar Jangkrik

Sebelum sukses seperti sekarang, Purwanto bukanlah peternak. Ia mengawali kariernya sebagai sopir sekaligus pengepul yang mengantar jangkrik antar kota. Dari pekerjaan itulah, ia mulai memahami alur bisnis, mulai dari bibit, perawatan, hingga jalur pemasaran.

Baca Juga: Peternakan Ayam di Tengah Permukiman Blitar Tanpa Bau, Wahyu Setyabudi Buktikan Inovasi Ini Bikin Komplain Warga Nol Sejak 2019

“Dulu ikut orang sebagai sopir. Dari situ saya kepikiran buat ternak sendiri di rumah, tapi modalnya belum ada,” ungkap Purwanto.

Dengan modal terbatas, ia hanya mampu memulai dari tiga kotak ternak jangkrik. Namun, hasil panen yang stabil membuatnya perlahan menambah jumlah kotak hingga kini mencapai lebih dari 100 kotak aktif.

Panen Setiap Hari Tanpa Libur

Salah satu keunggulan usaha ternak jangkrik Blitar yang dijalankan Purwanto adalah siklus panennya yang cepat dan konsisten. Dalam satu periode pemeliharaan sekitar 35 hingga 40 hari, jangkrik sudah bisa dipanen setiap hari.

Baca Juga: Sejarah Persib Bandung: Lahir Sebelum Indonesia Merdeka, Maung Bandung Bertahan di Puncak hingga Era Modern

“Rata-rata satu bulan lebih dikit sudah bisa panen. Maksimal 40 hari,” jelasnya.

Dalam satu hari, Purwanto mampu menjual sekitar lima kotak jangkrik. Setiap kotak bernilai sekitar Rp3 juta, tergantung kualitas dan permintaan pasar. Harga jual jangkrik saat ini berkisar Rp50 ribu per kilogram.

Dengan pola panen harian tersebut, arus kas usaha berjalan stabil tanpa harus menunggu waktu lama seperti ternak konvensional lainnya.

Baca Juga: Sejarah Bobotoh Persib Bandung: Dari Istilah Sunda hingga Jadi Suporter Paling Fanatik di Indonesia

Kunci Sukses: Jalur Bibit dan Pasar Aman

Purwanto menegaskan, keberhasilan usaha ternak jangkrik Blitar tidak lepas dari penguasaan dua hal penting, yakni jalur bibit dan jalur penjualan.

“Harus punya jalur bibit yang aman dan jalur penjualannya jelas. Kalau berdiri sendiri tanpa pasar, nanti panen bingung mau dibawa ke mana,” katanya.

Pengalaman sebagai pengepul membuatnya sudah memiliki jaringan pembeli tetap, sehingga hasil panen selalu terserap pasar. Mayoritas jangkrik dijual untuk pakan burung kicau dan ikan hias yang permintaannya relatif stabil sepanjang tahun.

Baca Juga: Isu Rapelan 12 Bulan dan Kenaikan Gaji Berlaku 30 Januari 2026 Viral, TASPEN Tegaskan Fakta Resmi Soal Pensiunan

Dari Lahan Sempit Jadi Mesin Uang

Menariknya, seluruh aktivitas ternak jangkrik ini dilakukan di lahan belakang rumah. Tanpa perlu lahan luas, Purwanto memaksimalkan ruang yang ada dengan menata kotak-kotak ternak secara rapi dan efisien.

Biaya operasional relatif rendah, sementara tingkat risiko kematian bisa ditekan dengan perawatan rutin dan kebersihan kandang. Hal ini membuat usaha ternak jangkrik cocok dijalankan sebagai bisnis rumahan.

Keuntungan yang diraih pun tidak main-main. Dalam sehari, omset bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp10 juta, tergantung volume panen dan harga pasar.

Baca Juga: Heboh Kabar Rapel Gaji Pensiunan 2026 Cair 30 Januari, Benarkah? Ini Penjelasan Resmi Taspen dan Fakta Sebenarnya

Dampak Ekonomi bagi Lingkungan Sekitar

Kesuksesan Purwanto turut memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Selain meningkatkan perekonomian keluarga, usaha ternak jangkrik Blitar ini juga membuka peluang kerja dan menjadi inspirasi bagi warga lain.

Tak sedikit warga yang mulai tertarik menekuni usaha serupa setelah melihat hasil nyata yang diperoleh Purwanto. Ia pun tak segan berbagi pengalaman kepada pemula yang ingin mencoba beternak jangkrik.

Baca Juga: Sejarah Nahdlatul Ulama Lengkap: Dari Komite Hijaz, Perlawanan Wahabi, hingga Jadi Penjaga Tradisi Islam Nusantara

Peluang Usaha yang Masih Terbuka Lebar

Permintaan jangkrik yang terus ada membuat usaha ini dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan. Selama kualitas terjaga dan jalur distribusi aman, ternak jangkrik bisa menjadi alternatif usaha menjanjikan di sektor peternakan skala kecil.

Kisah Purwanto membuktikan, peluang besar bisa datang dari hal sederhana. Dari serangga kecil, lahir usaha besar yang menopang perekonomian keluarga dan daerah.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 2026 Ramai Disebut Cair Akhir Januari, TASPEN Kediri Buka Fakta: Belum Ada Keputusan Pemerintah

Editor : Dyah Wulandari
#Peternak Jangkrik #umkm blitar #ternak jangkrik #peluang usaha