BLITAR KAWENTAR – Nilai ekspor Kabupaten Blitar sepanjang 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, total nilai ekspor pada 2025 tercatat mencapai Rp 17.990.227.397. Angka tersebut naik cukup tajam dibandingkan capaian ekspor 2024 yang berada di kisaran Rp 14,8 miliar.
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi mengatakan, peningkatan nilai ekspor tersebut menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri Kabupaten Blitar terus bergerak ke arah positif. Capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi pelaku usaha lokal dalam menjaga kualitas produk sekaligus dukungan fasilitasi dari pemerintah daerah. “Ini menjadi indikator produk-produk unggulan Kabupaten Blitar masih memiliki daya saing di pasar internasional,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Darmadi menjelaskan, kontribusi terbesar nilai ekspor Kabupaten Blitar masih didominasi oleh sektor industri kreatif dan manufaktur berbasis kerajinan. Salah satunya adalah kendang jimbe yang menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekspor terbesar. Dari dua pabrik kendang jimbe yang ada, nilai ekspor tercatat mencapai lebih dari Rp 14,9 miliar dengan pasar utama ke Tiongkok.
Selain kendang jimbe, komoditas lain yang turut menyumbang nilai ekspor berasal dari tembakau iris yang diekspor ke Kamboja dengan nilai lebih dari Rp 1,26 miliar. Produk furnitur juga berkontribusi dengan nilai ekspor mencapai Rp 1,04 miliar yang dikirim ke Amerika Serikat. Sementara itu, sektor tanaman hias mencatatkan nilai ekspor sebesar Rp 214,7 juta dengan tujuan Hong Kong dan Singapura.
Darmadi menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan nilai ekspor ke depan. Salah satunya melalui kegiatan rutin pelatihan dan inkubasi ekspor bekerja sama dengan Export Center Surabaya. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar siap menembus pasar ekspor. “Pelatihan ini menjadi salah satu upaya kami agar pelaku usaha lokal semakin siap, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, hingga pemenuhan standar ekspor. Bahkan untuk produk makanan pun sudah kami fasilitasi agar bisa masuk pasar ekspor,” jelasnya.
Dengan tren positif tersebut, disperindag optimistis nilai ekspor daerah terus meningkat pada tahun mendatang. Harapannya, semakin banyak pelaku usaha lokal yang berani dan mampu menembus pasar internasional sehingga kontribusi sektor ekspor terhadap perekonomian daerah semakin kuat.(*)