Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Fatayat Blitar di Harlah NU 1 Abad: NU Harus Keluar dari Zona Nyaman Karena Hal Ini

Akhmad Nur Khoiri • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:05 WIB

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar, Ufik Rohmatul Fitria
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar, Ufik Rohmatul Fitria

BLITAR KAWENTAR – Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) dimaknai Fatayat NU Kabupaten Blitar tak hanya sekadar seremoni tahunan. Melainkan ruang refleksi dan peneguhan jati diri sebagai bagian dari jam’iyah NU.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Blitar, Ufik Rohmatul Fitria, menegaskan bahwa harlah menjadi pengingat penting agar gerakan NU, khususnya Fatayat, terus menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata bagi masyarakat.‎

‎“Bagi kami, Harlah NU bukan hanya peringatan seremonial. Ini momentum refleksi dan peneguhan hikmah menjadi bagian dari NU. Fatayat hadir sebagai perempuan muda NU yang menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus merespons kebutuhan umat secara nyata,” ujarnya.‎

‎Dia menegaskan, peran NU yang paling dirasakan masyarakat selama ini adalah pendampingan di level akar rumput.

Dinamika di level elite tidak menggoyahkan gerak NU di masyarakat karena aktivitas keumatan terus berjalan.

Fatayat NU Kabupaten Blitar mengambil peran strategis dalam penguatan majelis taklim, pendidikan keagamaan keluarga, kesehatan perempuan dan anak, serta ketahanan sosial masyarakat.‎

‎“Fatayat tidak hanya aktif di kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat, pesantren, hingga lembaga layanan sosial. Sinergi NU dan Fatayat berjalan bersama agar masyarakat di akar rumput benar-benar merasakan kehadiran NU,” jelasnya.

‎Sejalan dengan tema Harlah NU tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”, Fatayat NU Kabupaten Blitar menaruh perhatian pada penguatan keluarga sebagai basis utama kemaslahatan umat.

Fokus program diarahkan pada kebutuhan anggota dan masyarakat, bukan semata gagasan pengurus. Isu pendidikan karakter anak dan remaja, kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan di tengah tantangan sosial dan era digital menjadi prioritas.

‎Menjawab tantangan generasi muda dan era digital, Ufik menyebut NU harus berani keluar dari zona nyaman dan memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan kampanye nilai keumatan.

Selain itu, isu lingkungan seperti pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius yang perlu ditangani secara struktural dan berkelanjutan, dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

Baca Juga: 5 City Car Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Layak Dibeli, Irit BBM, Nyaman, dan Cocok untuk Harian di Perkotaan

‎“Kesadaran pengelolaan sampah harus dimulai dari keluarga. NU bisa mendorong edukasi yang terintegrasi dengan nilai keagamaan dan melibatkan generasi muda secara aktif,” katanya. (kho/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#harlah nu #Kabupaten Blitar #1 abad nu #Ahlussunnah wal Jamaah #Fatayat NU