Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Siap Taklukkan Trek Gunung Pegat Blitar, Tahun Ini Pegat Challenge Dibuka untuk Umum

M. Subchan Abdullah • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:00 WIB
TANJAKAN EKSTREM: Pegat Challenge siap menantang ratusan pelari trail dari lokal maupun regional pada 15 Februari mendatang.
TANJAKAN EKSTREM: Pegat Challenge siap menantang ratusan pelari trail dari lokal maupun regional pada 15 Februari mendatang.

BLITAR KAWENTAR – Ratusan pelari trail bakal kembali meramaikan lomba lari lintas alam bertajuk Pegat Challenge pada pertengahan Februari ini.

Lomba lari trail yang menantang medan Gunung Pegat di Kecamatan Ponggok tersebut menjadi penyelenggaraan kedua setelah sukses menggelar event perdana pada 2025 lalu.

Ketua Panitia Pegat Challenge, Mustafid mengatakan, animo peserta pada penyelenggaraan pertama cukup tinggi.

Namun, pada tahun lalu, peserta masih didominasi oleh komunitas lari trail lokal Blitar.

Karena itu, pada penyelenggaraan tahun ini, panitia membuka kesempatan lebih luas dengan membuka pendaftaran untuk umum.

“Tahun ini Pegat Challenge terbuka untuk peserta dari luar daerah. Tidak hanya komunitas lokal, tapi siapa pun bisa ikut,” ujarnya, Jumat (30/1).

Seiring dibukanya pendaftaran secara umum, kuota peserta juga ditambah signifikan. Jika pada 2025 lalu jumlah peserta dibatasi hanya 100 orang, pada 2026 ini panitia menyediakan kuota hingga 250 peserta.

Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat menjaring lebih banyak pelari trail sekaligus meningkatkan gaung event di tingkat regional hingga nasional.

Pegat Challenge merupakan lomba lari trail atau lari lintas alam dengan karakteristik medan menanjak dan menurun khas pegunungan.

Tantangan utama lomba ini adalah rute menuju Gunung Pegat yang dikenal memiliki kontur cukup ekstrem dan menguras stamina.

Untuk penyelenggaraan tahun kedua, panitia juga melakukan sedikit perubahan rute dibandingkan tahun sebelumnya. Perubahan tersebut terletak pada jalur putar balik. Jika pada 2025 peserta naik melalui jalur barat dan langsung turun ke basecamp, tahun ini rutenya dimodifikasi.

Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Rekrut Muhammad Hidayat, Disambut Hangat Ernando Ari, Viskara Targetkan 3 Poin Lawan Persela

“Peserta tetap start dari basecamp, naik ke Gunung Pegat, lalu turun melalui jalur Lengkeh dan dilanjutkan lari road sebelum kembali lagi ke basecamp,” jelasnya.

Para peserta nantinya memutari rute tersebut sebanyak tujuh kali. Total jarak tempuh mencapai kurang lebih 16,5 kilometer dengan ketinggian sekitar 343 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun total elevation gain yang harus ditaklukkan peserta mencapai sekitar 1.120 meter.

Selain sebagai ajang kompetisi, Pegat Challenge juga memiliki misi pembinaan olahraga.

Event ini dimanfaatkan untuk menjaring atlet-atlet potensial cabang olahraga lari lintas alam yang berada di bawah naungan Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI).

Di sisi lain, Pegat Challenge juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi wisata alam Gunung Pegat kepada masyarakat luas.

“Kami ingin olahraga dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Gunung Pegat punya potensi besar yang perlu dikenal lebih luas,” pungkas Mustafid. (sub/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Ponggok #blitar #lari lintas alam #Pegat Challenge #pelari #atlet #alti #Lari Trail #gunung pegat