BLITAR KAWENTAR – Warga Blitar yang ingin jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bersabar. Sebab BKPSDM Kabupaten Blitar memastikan hingga saat ini belum ada pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Kepastian tersebut disampaikan, menyusul maraknya informasi yang beredar di masyarakat terkait proses rekrutmen CPNS dalam waktu dekat ini.
Kepala BKPSDM Kabupaten Blitar, Achmad Budi Hartawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah masih menunggu pengumuman atau surat resmi dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Menurutnya, pengadaan CPNS di daerah tidak bisa dilakukan secara mandiri tanpa adanya pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat.
“Terkait dengan CPNS, kalau di pemerintah daerah itu tentunya menunggu dari pengumuman atau surat dari pemerintah pusat. Itu dari Menpan pemberitahuannya. Jadi harus ada pemberitahuan dari Menpan agar daerah segera mengeluarkan formasi sesuai kebutuhan,” ujar Budi.
Dia melanjutkan, hingga kini BKPSDM Kabupaten Blitar belum menerima surat maupun pengumuman resmi dari Menpan RB terkait pembukaan seleksi CPNS maupun pengusulan formasi. Hal itu juga sama yang dialami oleh daerah-daerah lain.
Namun terkait isu yang beredar mengenai pembukaan CPNS dengan persyaratan tertentu, termasuk bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, Mantan Camat Sanankulon itu menilai informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya untuk pemerintah daerah.
“Kalau ada informasi yang beredar terkait pembukaan CPNS dan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia, itu belum bisa dikatakan benar. Untuk Kabupaten Blitar sendiri belum ada,” katanya.
Budi menambahkan, apabila pemerintah pusat membuka seleksi CPNS, maka pemerintah daerah pasti akan menerima informasi resmi sebagai dasar untuk mengusulkan formasi. Baru dapat disosialisasi kepada masyarakat.
“Pengadaan pegawai itu dimulai dari pengusulan formasi. Sampai dengan sekarang pengumuman untuk pengusulan formasi itu belum ada,” pungkasnya. (jar/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah