Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Damkar Kabupaten Blitar Mencatat Puluhan Ular "Mampir" Rumah Warga Sepanjang 2025

M. Subchan Abdullah • Senin, 2 Februari 2026 | 12:59 WIB
90 Ular Satroni Rumah Warga ‎Serahkan Ukuran Besar ke BKSDA
90 Ular Satroni Rumah Warga ‎Serahkan Ukuran Besar ke BKSDA

BLITAR KAWENTAR – Laporan evakuasi ular sepanjang 2025 tercatat cukup tinggi. Berdasarkan data internal Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, jumlah laporan penanganan ular mencapai 90 kejadian. Jumlah itu menjadikannya salah satu jenis laporan non-kebakaran yang paling dominan diterima selama setahun terakhir.


‎‎Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, mayoritas ular yang dievakuasi merupakan jenis ular piton. Ular-ular tersebut kerap ditemukan masuk ke permukiman warga, kandang ternak, hingga area persawahan, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat. ‎“Sebagian besar laporan yang kami terima adalah ular piton. Ukurannya bervariasi, mulai dari kecil hingga cukup besar dan membahayakan,” ujarnya.‎


‎Dalam penanganannya, damkar menerapkan prosedur berbeda berdasarkan ukuran dan tingkat risiko ular yang dievakuasi. Untuk ular berukuran besar, damkar akan langsung mengirimkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kediri. Proses pengiriman dilakukan langsung oleh petugas damkar guna memastikan keamanan dan keselamatan selama pemindahan.‎


‎Sementara itu, untuk ular dengan ukuran relatif kecil, damkar bekerja sama dengan komunitas pencinta hewan. Skema kerja sama ini dinilai efektif untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan ular tetap ditangani oleh pihak yang memahami karakter satwa tersebut. ‎“Mereka membantu penanganan dan penyaluran, tentunya dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” tambah Tedi.


‎‎Tingginya laporan evakuasi ular ini, menurut Tedi, dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan cuaca, kondisi lingkungan, hingga berkurangnya habitat alami satwa liar. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor juga berkontribusi terhadap tingginya angka laporan.


‎Dia mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat musim hujan atau ketika menemukan ular di lingkungan sekitar. Warga diminta tidak bertindak sendiri dan segera melaporkan kejadian kepada petugas agar dapat ditangani secara aman dan profesional. “Kami siap membantu masyarakat. Yang terpenting, jangan panik dan segera laporkan agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan aman,” pungkas Tedi.(*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#penyelamatan satwa #ular piton #Evakuasi Ular Blitar #damkar kabupaten blitar #Keamanan Permukiman