Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

⁠Persiapan Ramadan dan Lebaran, Petugas Dishub Mulai Periksa Keamanan Perahu Penyeberangan Sungai Brantas di Blitar

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 3 Februari 2026 | 12:30 WIB
‎Pastikan Keamanan Dermaga Penyeberangan ‎Pengecekan Jelang Ramadan dan Idul Fitri
‎Pastikan Keamanan Dermaga Penyeberangan ‎Pengecekan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

BLITAR KAWENTAR – Menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar akan melakukan pengecekan dan pemantauan intensif terhadap seluruh jasa penyeberangan di Sungai Brantas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi cuaca ekstrem pada musim hujan.


‎‎Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuanawati mengatakan, pengecekan jelang Ramadan dan Idul Fitri menjadi bagian dari upaya antisipasi risiko kecelakaan di jalur penyeberangan sungai. Selain pengecekan langsung, dishub juga terus memperketat imbauan keselamatan kepada para pengelola jasa penyeberangan. ‎“Menjelang puasa dan hari raya, kami akan melakukan pengecekan sekaligus memastikan kesiapan operator penyeberangan. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” katanya.


‎Anik menjelaskan, dishub selama ini rutin melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepada penyedia jasa penyeberangan, terutama saat kondisi cuaca tidak bersahabat. Memasuki musim hujan dengan potensi hujan lebat dan arus sungai yang meningkat, pengawasan tersebut semakin diperketat.


‎‎Dishub juga mewajibkan seluruh operator penyeberangan untuk menyediakan perlengkapan keselamatan, seperti life jacket dan lifebuoy ring, baik untuk penumpang maupun awak perahu. Menurut Anik, pihaknya bahkan telah menyalurkan bantuan alat keselamatan tersebut ke sejumlah titik penyeberangan di Sungai Brantas. ‎“Kami sudah memberikan bantuan berupa life jacket dan pelampung ring ke beberapa titik penyeberangan. Ini sebagai upaya meningkatkan standar keselamatan,” ujarnya.


‎‎Meski demikian, Anik mengakui hingga saat ini belum ada ketentuan baku mengenai jumlah minimal life jacket dan lifebuoy ring yang harus tersedia di setiap lokasi penyeberangan. Namun, selama alat keselamatan tersebut tersedia dan dapat digunakan sewaktu-waktu, hal itu dinilai sudah memenuhi standar minimal keselamatan.


‎‎Selain penyediaan alat keselamatan, dishub juga mengintensifkan komunikasi dengan para operator penyeberangan melalui pesan singkat maupun grup daring. Komunikasi ini terutama dilakukan saat terjadi cuaca ekstrem atau ketika Sungai Brantas mengalami pladu atau flushing sehingga aktivitas penyeberangan perlu dihentikan sementara. “Jika ada laporan air meningkat atau arus deras, kami langsung mengirimkan imbauan agar penyeberangan dihentikan sementara demi keselamatan,” imbuhnya.


‎Saat ini terdapat 13 titik penyeberangan yang masih aktif beroperasi di Kabupaten Blitar. Titik-titik tersebut berada di Desa Bendosari, Kecamatan Sanankulon; Desa Selokajang dan Desa Purwokerto, Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat; dan Desa Kunir serta Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi.


‎‎Dishub berharap para operator penyeberangan tetap disiplin mematuhi imbauan keselamatan, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. “Aktivitas penyeberangan boleh berjalan, tetapi keselamatan penumpang harus menjadi yang utama,” tegas Anik. (*)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#Ramadan 2026 #mudik lebaran #Keselamatan Transportasi Air #dishub kabupaten blitar #Penyeberangan Sungai Brantas