BLITAR KAWENTAR - Adanya frasa “Tim Mas Wali” terkait masalah tenaga oursourcing yang diungkapkan oleh pimpinan DPRD Kota Blitar beberapa waktu lalu memantik respons publik.
Salah satunya dari Laskar Rowo-Rowo, tim relawan dari Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat pemilihan wali kota (pilwali).
Karena soal tenaga outsourcing ini sudah dilakukan sesuai dengan kebutuhan yang ada di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), dan untuk tenaga lama memang masa kontraknya sudah habis sesuai dengan kesepakatan mereka dengan pihak penyedia jasa.
“Saya kira persoalan outsourcing ini hal yang normal dan sah-sah saja. Karena jelas untuk tenaga lama sudah habis kontraknya.
Sedangkan untuk yang baru, kepala daerah telah menghitung kebutuhan yang ada di setiap OPD, sesuai dengan kekuatan anggaran tentunya,” ungkap Koordinator Laskar Rowo-Rowo, Petrus Subagiono.
Dia tidak ingin menghalangi pihak mana pun yang ingin ikut berperan dalam pengadaan tenaga pelayanan tambahan (THL) ini.
Namun tentu harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku. “Saya harap jangan ada pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan kelompoknya, dengan cara-cara yang kurang layak dan memaksakan kepentingannya. Kami siap menjaga Kota Blitar agar tetap kondusif,” tegasnya.
Penyelesaian THL ini, jelas dia, pihak Mas Ibin, sapaan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, telah melakukan sesuai prosedur dan sangat objektif dan memberikan ruang kepada semua pihak.
Dengan begitu, tudingan kalau hanya pihak tim sukses wali kota yang diakomodasi adalah kekeliruan.
“Maaf, Mas. Kami ini tim relawan, tapi juga tidak mendapatkan apa-apa dalam hal ini.
Jadi jangan pihak-pihak berkepentingan justru memberikan tudingan keliru, karena wali kota telah berupaya seobjektif mungkin dalam menyelesaikan masalah ini,” terangnya.
Dia tidak menutup mata bahwa pengadaan THL ini bersifat politis. Setiap rezim kepala daerah berganti juga membutuhkan tenaga yang sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Hal ini sudah menjadi rahasia umum bahwa pergantian tenaga tambahan ini terkait erat dengan kondisi politik di Kota Blitar.
“Kami siap menjaga kondisi dan mengawal Mas Wali hingga akhir kepemimpinannya. Saya harap pihak lain untuk ikut menjaga kondusivitas daerah bersama-sama,” harapnya.
Informasi yang diterima Koran ini, terkait pengadaan tenaga outsourcing di berbagai OPD di Kota Blitar, semua pihak telah diakomodasi oleh Wali Kota Blitar, baik itu para tim suksesnya maupun pihak lain. (sub/c1/ady)