BLITAR KAWENTAR – Perubahan cuaca dan musim turut memengaruhi pergerakan hewan dari habitat alaminya, termasuk biawak yang memasuki area permukiman warga.
Sepanjang 2025, tercatat tujuh kasus evakuasi biawak dari area rumah warga.
Kasi Pemadaman, Penyelamat, dan Sarana Prasarana Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Tedi Prasojo mengatakan, tujuh biawak itu dievakuasi langsung dari rumah warga maupun lingkungan permukiman.
“Selama 2025, kami menerima dan menangani tujuh laporan evakuasi biawak yang masuk ke permukiman warga.
Penanganan dilakukan untuk mencegah risiko membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Adanya penanganan evakuasi tujuh biawak dari permukiman warga menunjukkan peran damkar saat ini semakin luas.
Petugas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga hadir dalam berbagai layanan penyelamatan masyarakat.
“Kami siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan, namun kewaspadaan dan pencegahan tetap menjadi kunci utama,” ungkap Tedi.
Tedi menjelaskan, evakuasi biawak tersebut merupakan bagian dari total 287 laporan non-kebakaran yang ditangani damkar sepanjang 2025.
Selain biawak, laporan non-kebakaran yang paling banyak diterima petugas adalah evakuasi sarang tawon dan ular.
Petugas juga kerap diminta membantu penyelamatan hewan peliharaan warga, seperti kucing, serta penanganan hewan liar lain termasuk burung hantu.
Menurut Tedi, kemunculan biawak di area permukiman tidak lepas dari kondisi lingkungan yang masih didominasi persawahan, kebun, dan lahan terbuka yang berdekatan dengan rumah warga.
Perubahan cuaca dan musim turut memengaruhi pergerakan hewan dari habitat alaminya.
“Hewan liar seperti biawak biasanya keluar mencari makan atau tempat berlindung. Ketika habitatnya terganggu, mereka masuk ke wilayah permukiman,” jelasnya.
Selain laporan non-kebakaran, damkar juga mencatat 39 kejadian kebakaran sepanjang 2025.
Meski jumlahnya lebih sedikit, setiap kejadian kebakaran tetap menjadi prioritas utama penanganan petugas demi keselamatan jiwa dan harta benda warga. (kho/c1/ynu)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama