Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Delapan Ekor Rusa Mati Sepanjang 2025, Pengelola Duga Gara-gara Pengunjung Tidak Bertanggungjawab

Akhmad Nur Khoiri • Selasa, 10 Februari 2026 | 14:15 WIB
‎WISATA EDUKASI: Penangkaran rusa di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, menjadi daya tarik wisatawan.
‎WISATA EDUKASI: Penangkaran rusa di Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, menjadi daya tarik wisatawan.

BLITAR KAWENTAR – Kematian sejumlah rusa terjadi di penangkaran rusa Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, pada musim liburan 2025.

Dalam periode tersebut, setidaknya delapan ekor rusa ditemukan mati di beberapa ruas kawasan penangkaran.

Peristiwa ini sempat menimbulkan perhatian, mengingat penangkaran rusa ini merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang cukup ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat masa liburan.

‎Penjaga Penangkaran Rusa Jatilengger, Hermanto menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar telah melakukan pengecekan untuk mengetahui penyebab kematian rusa-rusa tersebut.

"Dinas peternakan sempat datang ke sini untuk melakukan pemeriksaan terhadap rusa-rusa yang ditemukan mati," ungkapnya.

‎Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa rusa-rusa itu mati akibat keracunan makanan. Dugaan keracunan terjadi karena adanya pengunjung yang memberikan makanan kepada rusa di luar pengawasan dan tanpa sepengetahuan petugas penangkaran.

“Dari hasil pengecekan, rusa-rusa itu keracunan makanan. Diduga ada pengunjung yang memberi makan sendiri, bukan dari pakan yang sudah disediakan,” ujar Hermanto.

‎Dia mengakui, pada periode liburan, jumlah pengunjung meningkat signifikan sehingga penjaga mengalami kesulitan untuk mengawasi seluruh aktivitas pengunjung secara menyeluruh, terutama di area penangkaran yang cukup luas.

"Di sisi pengelola sendiri memiliki jumlah personel yang terbatas," sambungnya.

‎Hermanto menyampaikan kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi pengelola penangkaran. Ke depan, pihak penjaga memperketat pengawasan dan penjagaan, khususnya saat musim liburan, untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Selain itu, pengunjung juga akan terus diingatkan agar tidak memberikan makanan sembarangan kepada rusa demi menjaga kesehatan satwa. "Ke depannya, kami melakukan pengetatan pada pengawasan pengunjung," tegasnya.

Baca Juga: Wamen ATR/BPN Lepas Ratusan Taruna STPN untuk KKN Pertanahan, Siapkan SDM Unggul Bidang Agraria

‎‎Saat ini, jumlah rusa yang berada di Penangkaran Rusa Jatilengger diperkirakan sekitar 100 ekor.

Namun demikian, Hermanto menyebut belum dapat memastikan angka pasti karena masih dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh populasi rusa yang ada.

"Proses pendataan ini dilakukan untuk memastikan kondisi dan jumlah satwa secara akurat pascakejadian tersebut," jelasnya.

‎‎Pihak pengelola berharap, dengan peningkatan pengawasan dan kesadaran pengunjung, Penangkaran Rusa Jatilengger tetap dapat berfungsi sebagai kawasan konservasi.

Selain itu, lokasi ini juga diharapkan menjadi wisata edukasi yang aman bagi satwa maupun pengunjung. (kho/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Ponggok #pengunjung #penangkaran rusa #blitar #wisata #kesambi trees park #disnakkan kabupaten blitar