RADAR BLITAR - Kebiasaan petani meninggalkan sepeda motor di tepi jalan area persawahan saat bekerja di sawah menjadi perhatian aparat kepolisian.
Situasi itu dinilai rawan dimanfaatkan dan menjadi incaran pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terutama di wilayah yang minim pengawasan.
Merespons situasi itu, Polsek Udanawu meningkatkan pengawasan di sejumlah area persawahan.
Kapolsek Udanawu AKP Achmat Rochan mengatakan, hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menekan potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada para petani.
Aktivitas pertanian yang mengharuskan petani berada di sawah dalam waktu cukup lama sering kali membuat kendaraan ditinggalkan tanpa pengawasan.
Hal ini membuka peluang terjadinya curanmor jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan.
“Kegiatan ini kami lakukan karena banyak kendaraan yang ditinggalkan di pinggir sawah saat petani bekerja. Situasi seperti ini cukup rawan sehingga perlu adanya kehadiran polisi untuk mencegah terjadinya pencurian,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada para petani.
Polisi mengingatkan agar petani tetap waspada, memantau lingkungan sekitar, serta memastikan kendaraan dikunci dengan baik meski hanya ditinggal sementara.
“Kami mengimbau agar kendaraan selalu dikunci dan diparkir di tempat yang lebih aman. Langkah sederhana ini penting untuk meminimalisasi risiko curanmor,” jelasnya.
Pengawasan yang menyasar beberapa titik persawahan di Kecamatan Udanawu tersebut berlangsung aman dan kondusif.
Sejumlah petani menyambut positif kehadiran polisi karena dinilai memberikan rasa aman saat mereka beraktivitas di sawah.
Patroli di kawasan persawahan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada jam-jam rawan.
Harapannya, upaya preventif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan kendaraan pribadi serta menekan angka kejahatan di wilayah pedesaan.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga perlu dukungan dan kewaspadaan dari masyarakat,” pungkasnya. (kho/c1/ynu)