Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pandangan Guru Sejarah di Blitar Antara Merayakan Valentine Day dan Peringatan Pemberontakan PETA Blitar

Yanu Aribowo • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:10 WIB
Ferry Riyandika, S.Pd, Guru Sejarah MAN Kota Blitar
Ferry Riyandika, S.Pd, Guru Sejarah MAN Kota Blitar

BLITAR KAWENTAR - Bagaimana sebaiknya Gen Z memandang momen perjuangan PETA Blitar dan Valentine pada 14 Februari?

“Walau sama-sama dirayakan pada 14 Februari, keduanya berbeda. Perjuangan PETA Blitar adalah perayaan ‘great love’ cinta yang mengorbankan nyawa demi kebahagiaan banyak orang yang menginginkan lepas dari belenggu penjajahan Jepang.

Sedangkan, Valentine berkenaan dengan ‘small love’ atau antarindividu. Cinta sejati tidak hanya memberi bunga yang akan layu di kemudian hari, tapi memberikan dedikasi yang akan selalu dikenang.

Melalui perjuangan Shodanco Soeprijadi, Shodanco Moeradi bersama kawan-kawannya telah memberikan ‘bunga keberanian’ untuk kita petik hari ini dengan kebaikan.

Jika sebagian dunia merayakan Valentine, kita di sini merayakan warisan keberanian pahlawan kita.

Kita berbeda dalam cara merayakan, tapi kita satu dalam semangat cinta antar sesama manusia dalam bingkai harmonisasi sekaligus cinta kepada tanah air.” (*/c1/ynu)

Ferry Riyandika, S.Pd

Guru Sejarah MAN Kota Blitar

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#perjuangan #14 Februari #hari cinta tanah air #valentine day #PETA Blitar