Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dinkes Kabupaten Blitar Sebut Fasilitas Layanan Kemoterapi Jadi Tantanhan Besar RSUD

Akhmad Nur Khoiri • Kamis, 12 Februari 2026 | 12:45 WIB

Fasilitas Layanan Kemoterapi Jadi Tantangan Besar RSUD Mampu Tegakkan Diagnosis Kanker ‎Sebagian Pasien Pilih Pengobatan Alternatif ‎
Fasilitas Layanan Kemoterapi Jadi Tantangan Besar RSUD Mampu Tegakkan Diagnosis Kanker ‎Sebagian Pasien Pilih Pengobatan Alternatif ‎

BLITAR KAWENTAR – Layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Blitar diupayakan terus diperkuat, khususnya bagi penderita kanker.

Meski upaya deteksi dini telah berjalan secara masif hingga tingkat puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengakui ketersediaan fasilitas pengobatan lanjutan masih menjadi tantangan besar, terutama untuk layanan kemoterapi.


‎Kepala Dinkes Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Blitar saat ini sebenarnya sudah mampu melakukan penegakan diagnosis kanker secara komprehensif.

Proses diagnosis dilakukan melalui berbagai pemeriksaan penunjang. “Mulai dari laboratorium, patologi anatomi (PA), ultrasonografi (USG), hingga tindakan bedah onkologi,” jelasnya.


‎Namun, dr Christine menyampaikan, layanan kemoterapi belum tersedia di RSUD Kabupaten Blitar sehingga menjadi kendala utama.

‎Kondisi tersebut mengharuskan pasien yang telah mendapatkan diagnosis pasti dan membutuhkan kemoterapi harus dirujuk ke rumah sakit rujukan di tingkat provinsi.

Selain keterbatasan fasilitas, dinkes juga menghadapi tantangan dari sisi kepatuhan pasien.


‎Sebagian besar pasien kanker sebenarnya cukup patuh dalam menjalani terapi medis sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Namun, masih ada sebagian kecil pasien yang memilih beralih ke pengobatan alternatif sehingga penanganan medis sering kali menjadi terlambat dan berdampak pada kondisi kesehatan pasien.


‎‎Tantangan lain juga muncul pada pasien kanker dengan stadium lanjut. Dalam kondisi tertentu, ketika peluang kesembuhan secara medis sudah sangat kecil, sejumlah pasien memilih untuk menjalani perawatan paliatif atau perawatan pendukung di rumah.

Fokus penanganan pada tahap ini lebih diarahkan pada peningkatan kualitas hidup pasien, bukan lagi pada upaya penyembuhan.

‎“Fokus kami adalah memastikan pasien mendapatkan kualitas hidup yang baik dan layanan yang berkelanjutan, meskipun untuk tindakan spesifik seperti kemoterapi masih harus dirujuk ke luar daerah,” pungkas dr Christine.


‎‎Melalui berbagai upaya tersebut, dinkes terus berkomitmen memperkuat sistem layanan kanker.

Hal itu dilakukan dari sisi pencegahan, deteksi dini, hingga pendampingan pasien agar tetap mendapatkan penanganan yang optimal. (kho/c1/ynu)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#dr Christine Indrawati #Perawatan Paliatif #layanan kanker #RSUD Blitar #dinkes kabupaten blitar