BLITAR KAWENTAR - tersebut memang tengah mempersiapkan ibadah perayaan Tahun Baru Imlek 2577.
Persiapan tersebut diawali dengan ritual ibadah menghantarkan roh patung dewa atau Kim Sin ke langit sebelum nantinya dimandikan atau dibersihkan.
Ritual ibadah tersebut telah dilaksanakan sepekan lalu. Kemudian kemarin (12/2) dilanjutkan dengan ritual memandikan Kim Sin.
Ritual tersebut menjadi simbol penyucian sekaligus penanda dimulainya aktivitas ibadah di bangunan kelenteng yang telah direvitalisasi.
Ketua Kelenteng Poo An Kiong, Pratidina, menjelaskan bahwa Kim Sin bukanlah patung yang disembah, melainkan simbol tokoh-tokoh bijak yang menjadi teladan dalam ajaran agama.
“Yang kami hormati adalah spirit dan keteladanan hidupnya, bukan wujud patungnya,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin.
Di Kelenteng Poo An Kiong terdapat 14 Kim Sin, dengan tokoh utama seperti Gong Co dan Dewi Kwan Im. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan umat yang beribadah di kelenteng tersebut.
Pratidina juga menyampaikan, meski secara kapasitas tidak jauh berbeda dengan bangunan lama, desain kelenteng kini terasa lebih luas karena konsep ruang yang terbuka tanpa banyak sekat. “Dulu banyak ruang terpisah, sekarang lebih terbuka sehingga terasa lebih lapang,” katanya, lantas tersenyum.
Dia menambahkan, Imlek tahun ini diharapkan dapat diikuti lebih banyak umat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pasalnya, selama masa pembangunan, kegiatan ibadah harus dilakukan secara terbatas dengan memanfaatkan bangunan ruko di selatan kelenteng, tepatnya di Jalan Mawar. “Sekarang kelenteng sudah bisa digunakan kembali, harapannya umat bisa beribadah dengan lebih nyaman,” imbuhnya.
Pratidina menegaskan, momentum Imlek perdana pascakebakaran ini bukan hanya soal bangunan fisik, melainkan juga menjadi simbol bangkitnya kembali aktivitas keagamaan dan kebersamaan umat.
“Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang terus kami jaga. Semoga Tahun Baru Imlek ini membawa kedamaian, persatuan, dan kesatuan di tengah perbedaan,” pungkasnya.(*/c1/sub)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama