JAKARTA - Sinyal kejutan Ramadan Sananta ke Persebaya Surabaya mulai menguat jelang awal musim 2026-2027. Penyerang berlabel Timnas Indonesia itu disebut-sebut berpeluang besar menjadi amunisi anyar Bajul Ijo setelah upaya mendatangkannya pada paruh musim lalu gagal terwujud.
Nama Ramadan Sananta kembali mencuat dalam radar Persebaya Surabaya. Klub kebanggaan Bonek dan Bonita itu sebelumnya hampir mengamankan tanda tangan Sananta yang saat ini memperkuat DPMM FC di Liga Super Malaysia. Namun sang pemain memilih bertahan hingga akhir musim bersama klubnya.
Sinyal kejutan Ramadan Sananta ke Persebaya mencuat di tengah krisis striker yang dialami Bajul Ijo. Absennya beberapa penyerang inti akibat cedera membuat lini depan Persebaya kerap tampil dengan komposisi darurat sepanjang putaran kedua kompetisi.
Gagal di Paruh Musim, Peluang Terbuka di Akhir Kontrak
Kabar ketertarikan Persebaya terhadap Ramadan Sananta diungkap akun fanbase Persebaya, Mbah Boyol, pada Selasa (10/2/2026). Dalam unggahannya disebutkan bahwa Sananta memilih fokus menyelesaikan musim bersama DPMM FC, sehingga proses transfer ke Persebaya harus tertunda.
Meski demikian, peluang Persebaya belum sepenuhnya tertutup. Kontrak Ramadan Sananta bersama DPMM FC diketahui akan berakhir pada 30 Juni 2026. Artinya, Persebaya berpeluang mendatangkan striker berusia 23 tahun tersebut secara gratis pada awal musim 2026-2027.
Kondisi ini membuat sinyal kejutan Ramadan Sananta ke Persebaya semakin realistis. Terlebih, Sananta memiliki hubungan historis yang kuat dengan pelatih Bernardo Tavares, sosok yang membesarkan namanya saat masih memperkuat PSM Makassar.
Faktor Bernardo Tavares Jadi Kunci
Bernardo Tavares disebut menjadi faktor penting yang bisa memuluskan kepindahan Sananta ke Surabaya. Di bawah asuhan pelatih asal Portugal itu, Sananta berkembang pesat dan menjadi salah satu striker lokal paling menjanjikan di Indonesia.
Dengan kondisi kontrak yang menipis dan kebutuhan Persebaya akan striker lokal berkualitas, transfer ini dinilai masuk akal dari sisi teknis maupun finansial. Jika terealisasi, Sananta berpotensi menjadi solusi jangka menengah bagi masalah produktivitas gol Bajul Ijo.
Saat ini, Ramadan Sananta tercatat sudah mengoleksi dua gol dan satu assist dari 15 penampilan bersama DPMM FC di Liga Malaysia. Meski belum terlalu eksplosif, kontribusinya tetap dinilai stabil.
Persebaya Era Tavares Kian Solid
Di sisi lain, performa Persebaya Surabaya di bawah Bernardo Tavares terus menunjukkan grafik positif. Sejak ditangani awal Januari 2026, Persebaya mencatatkan empat laga tanpa kekalahan, dengan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Dua kemenangan tandang mencolok diraih saat melawan PSIM Yogyakarta dan Bali United FC, masing-masing dengan skor meyakinkan 3-1. Perubahan tidak hanya terlihat dari hasil, tetapi juga dari mentalitas dan cara bermain tim.
Bernardo Tavares pun merendah terkait capaian tersebut. Ia menegaskan keberhasilan tim merupakan hasil kerja keras para pemain yang bersedia berkorban meski banyak tampil tidak di posisi ideal akibat cedera.
Ujian Berikutnya Lawan Bhayangkara FC
Persebaya akan menghadapi ujian berikutnya saat menjamu Bhayangkara FC pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga ini menjadi tantangan tersendiri karena Bhayangkara FC datang dengan kekuatan baru.
Beberapa nama seperti Rio Matsumura, Privat Mbarga, dan Sho Yamamoto memperkuat skuad The Guardians pada putaran kedua.
Meski begitu, fokus utama Bonek saat ini tertuju pada bursa transfer mendatang. Akankah sinyal kejutan Ramadan Sananta ke Persebaya benar-benar menjadi kenyataan di awal musim 2026-2027? Jawabannya tinggal menunggu waktu.
Editor : Novica Satya Nadianti