Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Efek Tavares Tak Mempan, Transfer Ramadan Sananta ke Persebaya Gagal Total di Tengah Krisis Striker

Novica Satya Nadianti • Jumat, 13 Februari 2026 | 15:45 WIB

 

Transfer Ramadan Sananta ke Persebaya gagal. Efek Bernardo Tavares tak mempan, Sananta pilih bertahan di DPMM FC.
Transfer Ramadan Sananta ke Persebaya gagal. Efek Bernardo Tavares tak mempan, Sananta pilih bertahan di DPMM FC.

JAKARTA - Transfer Ramadan Sananta ke Persebaya Surabaya mendadak berakhir antiklimaks. Harapan besar Bonek dan Bonita untuk melihat striker Timnas Indonesia itu merapat ke Surabaya pupus seketika setelah Sananta memilih bertahan abroad bersama DPMM FC. Efek kedekatan dengan pelatih Bernardo Tavares yang sempat diyakini ampuh, nyatanya tak berjalan sesuai rencana.

Transfer Ramadan Sananta ke Persebaya sebelumnya santer dikabarkan bakal menjadi solusi instan atas krisis striker yang dialami Persebaya Surabaya di paruh kedua musim. Namun realita berkata lain. Sananta memilih melanjutkan kariernya di luar negeri, meninggalkan Persebaya dengan persoalan klasik di lini depan.

Saga transfer Ramadan Sananta ke Persebaya ini pun terasa seperti petir di siang bolong. Rencana besar yang nyaris terwujud justru berakhir tanpa kepastian. Bonek hanya bisa gigit jari melihat peluang emas tersebut menguap begitu saja.

Sananta Pilih Bertahan Abroad

Dilansir dari sejumlah sumber, Persebaya sejatinya hampir menuntaskan negosiasi paruh musim dengan membidik Ramadan Sananta, striker muda yang saat ini berkarier di Liga Brunei Darussalam. Kontrak Sananta bersama DPMM FC diketahui hanya tersisa hingga 30 Juni 2026, membuat peluang negosiasi terbuka lebar.

Secara skema, Persebaya bahkan memiliki opsi ekonomis, mulai dari peminjaman hingga akhir musim dengan rencana mempermanenkan sang pemain. Nilai pasar Sananta yang berada di kisaran Rp7–8 miliar dinilai masih realistis untuk klub sekelas Persebaya.

Namun keputusan akhir berada di tangan pemain. Sananta memilih fokus menyelesaikan musim bersama DPMM FC dan menunda kemungkinan kembali ke Liga Indonesia. Keputusan ini dikonfirmasi oleh akun fanbase Persebaya, Mbah Boyocup, pada Selasa (10/2/2026).

Faktor Bernardo Tavares Gagal Jadi Magnet

Nama Bernardo Tavares sebelumnya disebut menjadi faktor kunci dalam upaya transfer Ramadan Sananta ke Persebaya. Keduanya memiliki hubungan historis yang kuat saat sama-sama berada di PSM Makassar, di mana Sananta berkembang pesat di bawah tangan dingin pelatih asal Portugal tersebut.

Namun faktor emosional itu tak cukup meluluhkan keputusan sang pemain. Keinginan melanjutkan karier abroad menjadi pertimbangan utama Sananta, sekaligus pukulan telak bagi Persebaya yang tengah kekurangan opsi penyerang murni.

Jika transfer ini terealisasi, Sananta diproyeksikan menjadi jawaban atas tumpulnya lini depan Bajul Hijau yang belum maksimal dalam beberapa laga terakhir.

Jersey Imlek Jadi Pengalih Perhatian

Di tengah kabar kegagalan transfer Ramadan Sananta ke Persebaya, manajemen Bajul Hijau mencoba mengalihkan fokus dengan meluncurkan jersey keempat bertema Imlek. Jersey khusus Super League 2025-2026 ini memadukan warna merah dan hijau dalam desain modern yang sarat makna budaya.

Jersey bertema Chinese New Year tersebut dijadwalkan menjalani debut saat Persebaya menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada Sabtu, 14 Februari 2026. Respon positif pun mengalir dari Bonek yang menilai desain anyar ini berani tanpa meninggalkan identitas klub.

Performa Stabil, Asa Tetap Menyala

Meski gagal mendatangkan Sananta, performa Persebaya di Super League 2025-2026 tetap berada dalam jalur positif. Hingga pekan ke-20, Bajul Hijau bertengger di posisi kelima klasemen dengan raihan 35 poin dari 20 pertandingan.

Stabilitas performa juga mengantar Bernardo Tavares meraih penghargaan pelatih terbaik pekan ke-20, usai kemenangan penting 3-1 atas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

“Kunci kemenangan adalah mental dan pengorbanan pemain,” ujar Tavares seusai laga. Meski tampil tidak ideal akibat absennya beberapa pemain inti, Persebaya mampu menunjukkan kedewasaan bermain.

Gagalnya transfer Ramadan Sananta ke Persebaya memang menjadi catatan pahit. Namun dengan tren positif, dukungan penuh Bonek, serta tangan dingin Bernardo Tavares, Bajul Hijau tetap menjaga asa untuk terus menanjak dan bersaing di papan atas.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Bernardo Tavares #persebaya surabaya #jersey Imlek Persebaya