BLITAR KAWENTAR - Drama kolosal perjuangan tentara Pembela Tanah Air (PETA) Blitar kembali dihelat lewat pertunjukan heroik pada Sabtu malam (14/2).
Ribuan warga, pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, hingga tamu undangan dari luar daerah menikmati alur cerita para tentara pejuang yang bermarkas di Kota Blitar itu.
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin menegaskan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda, salah satunya melalui pertunjukan drama kolosal Perjuangan PETA Blitar.
Hal itu disampaikannya saat membuka pementasan yang mengusung tema Alap-Alap Daidan PETA Blitar Cinta Tanah Air.
Wali kota yang akrab disapa Mas Ibin ini mengaku, peristiwa pemberontakan PETA di Blitar bukan sekadar catatan sejarah, melainkan kebanggaan daerah yang mencerminkan keberanian luar biasa para pendahulu bangsa.
“Peristiwa PETA ini bukan hanya sejarah, tetapi kebanggaan bagi Kota Blitar. Semangat alap-alap dan daidan ini menggambarkan keberanian serta rasa cinta tanah air yang melampaui kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Dia menyinggung sosok Soedanco Soeprijadi sebagai simbol lahirnya nasionalisme dari Blitar.
Menurutnya, tidak ada pemberontakan PETA yang seberani yang dipimpin Soeprijadi saat melawan penindasan penjajah Jepang.
“Lahirlah nasionalisme dari seorang Supriyadi yang berasal dari Blitar. Tidak ada PETA yang berani memberontak selain Supriyadi,” katanya.
Dia juga menekankan bahwa para tokoh PETA telah memberi teladan ketika negara berada dalam kondisi darurat.
Bahkan setelah kemerdekaan, kata dia, Soekarno pernah memberikan anugerah jabatan Menteri Pertahanan kepada Supriyadi, meski yang bersangkutan tidak pernah hadir.
Melalui drama kolosal tersebut, Wali Kota berharap api semangat perjuangan tidak padam di tengah tantangan zaman.
“Kalau kata Bung Karno, dulu lebih gampang karena yang dilawan penjajah. Sekarang yang kita hadapi adalah bangsa sendiri. Tantangan kita ke depan adalah ikhtiar bersama,” ucapnya.
Dia mengapresiasi seluruh seniman dan budayawan, serta para pelajar yang ikut terlibat langsung dalam proses pementasan ini. Mereka telah berlatih cukup lama hingga bisa menunjukkan pertunjukan yang bisa dinikmati seluruh warga.
“Semoga pertunjukan ini menginspirasi seluruh masyarakat Blitar, bahwa di kota ini ada Sudanco Supriyadi dan tokoh-tokoh lain yang telah berkorban untuk bangsa,” pungkasnya. (bud/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah