Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tahun Kuda Api Simbol Energi-Semangat, Umat Konghucu di Blitar Sambut Tahun Baru Imlek dengan Penuh Syukur

Oksania Difa Ilmada • Senin, 16 Februari 2026 | 17:15 WIB
BERSUKACITA: Jemaah Kelenteng Poo An Kiong membersihkan rupang sebagai bagian dari persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Jumat (12/2) lalu.
BERSUKACITA: Jemaah Kelenteng Poo An Kiong membersihkan rupang sebagai bagian dari persiapan perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Jumat (12/2) lalu.

 

BLITAR KAWENTAR - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Konghucu di Bumi Bung Karno menyambutnya dengan penuh rasa syukur sekaligus sukacita. Berharap tahun baru ini membawa kesejateraan dan terus semangat dalam berkarya.

Umat Konghucu di Kelenteng Poo An Kiong Blitar bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577 dengan suasana yang berbeda.

Ya, tahun ini menjadi momen istimewa karena perayaan digelar di bangunan kelenteng dengan wajah yang baru. Itu setelah pembangunan tempat ibadah umat Konghucu tersebut rampung. 

Kelenteng Poo An Kiong telah berdiri selama ratusan tahun silam. Usianya diperkirakan telah mencapai tiga abad. Namun, pada 2021, musibah kebakaran melanda dan meluluhlantakkan bangunan kelenteng.

Kurang lebih tiga tahun menunggu proses pembangunan, akhirnya pada akhir 2025 lalu, pembangunan rampung.

Semarak Imlek siap kembali menyala di Kelenteng Poo An Kiong. Sejumlah agenda kegiatan siap meramaikan perayaan Imlek. 

Rohaniawan Kelenteng Poo An Kiong, Endang Titis Bodro Triwarsi, mengucap rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan hingga saat ini. Khususnya atas lancarnya pembangunan kelenteng. Menurutnya, pembangunan kembali kelenteng tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kami sebagai warga Blitar yang beragama Konghucu sangat bersyukur. Pembangunan kelenteng ini berkat kebersamaan semua elemen, bukan hanya masyarakat Blitar, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri,” ujarnya, Kamis (12/2) pekan lalu.

Memasuki Tahun Kuda Api yang dalam catatan fengshui memiliki unsur api ganda, Titis menjelaskan bahwa api melambangkan energi dan semangat.

Namun, dia berharap semangat tersebut lahir dari nurani, bukan dari emosi.

“Semoga di tahun ini kita dikaruniai ketenangan batin, kejernihan pikiran, serta semangat untuk berkarya sehingga membawa kesejahteraan bagi kehidupan secara menyeluruh,” tuturnya.

Titis menuturkan, rangkaian perayaan Imlek telah dimulai sejak H-7 melalui ritual Sang An, yakni ungkapan syukur kepada Tuhan atas satu siklus kehidupan yang telah dilalui, sekaligus momen introspeksi diri serta bertekad untuk memperbaiki diri untuk kehidupan yang akan datang.

‘’Selain itu, umat Konghucu juga melakukan bersih-bersih kelenteng dan rumah, termasuk altar leluhur serta menyiapkan perlengkapan perayaan,’’jelasnya.

Pada malam pergantian tahun, umat berkumpul bersama keluarga sebelum berangkat ke Kelenteng Poo An Kiong untuk berdoa tepat pada tengah malam. Perayaan berlanjut esok hari dengan silaturahmi.

“Keesokannya, hari kedua itu diyakini sebagai hari di mana arwah para leluhur berkunjung ke rumah anak cucunya sehingga tidak ada acara saling mengunjungi. Setelah itu, kami melaksanakan sembahyang lagi pada hari keempat dan kedelapan, hingga puncaknya Cap Go Meh pada hari ke-15,’’ ungkapnya.

Melalui momentum ini, umat Konghucu berharap tahun baru membawa keberkahan, ketenangan, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.(*/c1/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#kelenteng Poo An Kiong #bumi bung karno #blitar #Kongzili #Umat Konghucu #tahun baru imlek #kuda api #kebakaran