Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Digugat, Kebijakan Visa Donald Trump Picu Tekanan Internasional

Novica Satya Nadianti • Selasa, 17 Februari 2026 | 21:40 WIB

 

Status tuan rumah Piala Dunia 2026 digugat akibat kebijakan visa Donald Trump, pemerintah AS memastikan turnamen tetap berjalan.
Status tuan rumah Piala Dunia 2026 digugat akibat kebijakan visa Donald Trump, pemerintah AS memastikan turnamen tetap berjalan.

JAKARTA – Status tuan rumah Piala Dunia 2026 yang dipegang Amerika Serikat mendapat sorotan tajam. Desakan agar status tuan rumah dicabut muncul setelah kebijakan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai berpotensi mengganggu kelancaran turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat akhirnya angkat bicara terkait polemik tersebut. Melalui pejabat Departemen Luar Negeri, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan pembekuan visa yang sempat menuai kontroversi tidak akan berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pernyataan tersebut muncul setelah berbagai pihak menilai kebijakan pembatasan perjalanan dapat menghambat partisipasi suporter dan peserta turnamen.

Turnamen Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 dengan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, Amerika Serikat memegang porsi terbesar dalam penyelenggaraan dengan 78 pertandingan dari total 104 laga yang akan digelar di 11 kota besar.

Pemerintah AS Pastikan Visa Atlet dan Suporter Aman

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Tommy Paik, menjelaskan bahwa kebijakan pembekuan visa hanya berlaku untuk visa imigran. Ia menegaskan bahwa visa non-imigran seperti visa turis, atlet, keluarga pemain, hingga jurnalis tetap diperbolehkan.

Menurut Paik, kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan sistem imigrasi serta melindungi kepentingan publik Amerika Serikat. Ia juga memastikan seluruh sumber daya akan dipersiapkan secara maksimal demi kelancaran penyelenggaraan turnamen.

Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran dunia internasional. Sejumlah pihak masih menilai kebijakan pembatasan perjalanan berpotensi menghambat partisipasi global dalam ajang olahraga terbesar tersebut.

Tekanan Politik Internasional Terus Menguat

Kekhawatiran global terhadap kesiapan Amerika Serikat semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa sejak Juni 2025, pemerintah Amerika Serikat membatasi akses perjalanan bagi warga dari sejumlah negara. Bahkan hingga pertengahan Januari 2026, pemrosesan visa imigran dari 75 negara disebut sempat ditangguhkan tanpa batas waktu.

Beberapa negara yang terdampak kebijakan tersebut merupakan peserta Piala Dunia 2026, termasuk Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Maroko, Tunisia, dan Uruguay. Selain itu, Iran yang memiliki hubungan politik sensitif dengan Amerika Serikat juga ikut terdampak kebijakan tersebut.

Tekanan terhadap Amerika Serikat juga datang dari dunia politik internasional. Sebanyak 23 anggota parlemen Inggris dari empat partai politik menandatangani mosi yang mendesak badan olahraga internasional, termasuk FIFA, untuk mengevaluasi status tuan rumah Amerika Serikat.

Para anggota parlemen tersebut menilai ajang olahraga tidak seharusnya digunakan untuk menormalisasi kebijakan politik yang kontroversial atau melanggar hukum internasional.

Usulan Pemindahan Turnamen Muncul

Desakan terhadap FIFA semakin kuat seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk langkah militer Amerika Serikat terhadap sejumlah negara. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas keamanan selama penyelenggaraan turnamen.

Sejumlah tokoh publik bahkan mulai mengusulkan alternatif lokasi penyelenggaraan. Salah satunya datang dari mantan presenter olahraga Jeff Stelling yang menyarankan agar turnamen dipindahkan ke Inggris. Ia menilai Inggris memiliki stabilitas politik yang lebih kondusif untuk menggelar turnamen sepak bola skala global.

Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum memberikan keputusan resmi terkait kemungkinan pemindahan tuan rumah. Organisasi tersebut masih berfokus pada persiapan teknis dan koordinasi dengan tiga negara penyelenggara.

Final Dijadwalkan Digelar di New Jersey

Dalam rencana awal, partai final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada 19 Juli 2026. Stadion tersebut diproyeksikan menjadi pusat perhatian dunia sebagai lokasi penentuan juara turnamen sepak bola paling bergengsi.

Namun, menjelang pelaksanaan turnamen, berbagai dinamika politik global diperkirakan masih akan memengaruhi atmosfer persiapan Piala Dunia 2026. Stabilitas hubungan internasional dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan.

Banyak pihak berharap turnamen ini tetap dapat berjalan sesuai jadwal serta mempertahankan nilai sportivitas dan persatuan yang selama ini menjadi simbol utama Piala Dunia. Sementara itu, tekanan terhadap Amerika Serikat diprediksi masih akan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian global terhadap kebijakan politik negara tersebut.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#tuan rumah piala dunia 2026 #donald trump #piala dunia 2026 #fifa