Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ancaman Penyebaran Virus Nipah, Dinkes Kabupaten Blitar: Belum Ada Vaksin

M. Subchan Abdullah • Rabu, 18 Februari 2026 | 10:58 WIB
Virus Nipah
Virus Nipah

KEPANJENKIDUL , Radar Penataran – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar menegaskan bahwa kedisiplinan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan satu-satunya senjata paling ampuh untuk menangkal ancaman Virus Nipah (NiV).

Pasalnya, hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun obat-obatan khusus untuk menangani virus yang bersifat zoonosis tersebut.

‎Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati menjelaskan, karena belum adanya protokol vaksinasi khusus untuk virus ini, masyarakat harus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam pencegahan.

Baca Juga: Jadwal BRI Super League 2026 Pekan 22 Lengkap: Duel Panas Persija vs PSM, Persib Dibayangi Ketat di Klasemen!

Fokus utama adalah memutus rantai penularan dari hewan ke manusia maupun antarmanusia. ‎"Kita harus menyadari secara medis belum tersedia obat atau vaksin khusus untuk Virus Nipah.

Oleh karena itu, upaya pencegahan secara mandiri melalui PHBS menjadi kunci utama perlindungan masyarakat,” tegasnya.

‎Beberapa langkah proteksi mandiri yang sangat ditekankan adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) saat harus bersentuhan dengan hewan ternak atau merawat orang sakit.

Baca Juga: Hari Tani Nasional, DPR Dorong Kebijakan Satu Peta dan Pansus Reforma Agraria Disahkan 2 Oktober 2025

Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan udara mengalir setelah beraktivitas di lingkungan berisiko menjadi prosedur wajib yang tidak boleh diabaikan.

‎Lebih lanjutnya, dr Christine mengingatkan warga untuk mewaspadai masa inkubasi virus yang berkisar antara 4 hingga 14 hari.

Gejala awal seperti demam, mialgia (nyeri otot), hingga muntah-muntah sering kali dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal bisa menjadi indikasi awal infeksi NiV yang jika memberat dapat memicu peradangan otak.

Baca Juga: Dasco Temui Prabowo Bahas Reforma Agraria dan Redistribusi Lahan di Istana

‎"Masyarakat harus peka. Jika muncul gejala setelah ada riwayat dengan kontak dengan kelelawar, babi, atau mengonsumsi produk buah dan nira yang tidak bersih, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," tambahnya.

‎Meski hingga saat ini kasus Virus Nipah di Kabupaten Blitar masih nihil, dinkes tetap menyiagakan seluruh jajaran tenaga medis.

Harapannya, dengan edukasi yang masif mengenai ketiadaan vaksin ini, masyarakat tidak menjadi lengah dan tetap mengutamakan langkah preventif dalam kehidupan sehari-hari. (kho/c1/ynu)

Editor : Vicky Hernanda
#phbs #virus nipah #dinkes kabupaten blitar #NiV #virus zoonosis