BLITAR KAWENTAR - Hingga kini kejelasan skema pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Ramadan masih membingungkan.
Buktinya, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum menerima instruksi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelayanan MBG dalam bulan puasa.
Kepala SPPG Sananwetan, Ahmad Habibi menegaskan, hingga kini belum ada petunjuk resmi terkait mekanisme pembagian MBG selama Ramadan.
Dia masih menunggu arahan dari BGN sebagai dasar pelaksanaan pelayanan MBG di lapangan.
“Belum instruksi resminya, kami juga masih menunggu skema pemberian MBG, khususnya dalam Ramadan ini,” ungkapnya kepada Koran ini kemarin (17/2).
Pihaknya masih menunggu informasi mengenai pola penyaluran MBG saat puasa. Untuk itu, proses pelayanan belum bisa dilaksanakan karena harus disalurkan seperti apa MBG ini ke sekolah, karena jelas selama Ramadan tidak bisa dilakukan pola yang normal.
“Untuk sekarang belum ada informasi dari BGN terkait pembagian MBG pada saat bulan puasa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, ketentuan pembagian MBG selama Ramadan memerlukan kejelasan teknis agar pelaksanaannya tetap tepat sasaran dan sesuai aturan.
Karena itu, dia belum bisa mengambil langkah sebelum ada instruksi resmi dan instansi yang resmi.
“Kami masih menunggu arahan, termasuk apakah nanti ada perubahan jam atau mekanisme pembagiannya seperti apa,” terangnya.
Pihak SPPG Sananwetan, ujar dia, siap melaksanakan kebijakan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, koordinasi akan segera dilakukan begitu petunjuk teknis diterbitkan. Karena begitu ada kejelasan, pihak SPPG segera bergerak untuk menyiapkan untuk kebutuhan pelayanan.
“Kalau arahannya sudah jelas, tentu akan kami laksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (bud/c1/ady)