BLITAR KAWENTAR - Program kelas membatik mulai berjalan sekitar Juni 2024. Ide awalnya diungkapkan oleh Yoga Dwi Nugroho ke sesama pembatik disana. Dia ingin menyediakan ruang belajar batik bagi anak muda dan masyarakat umum.
“Awalnya banyak pelajar dan sekolah yang belajar di sini. Dari situ muncul ide membuat kelas supaya masyarakat umum juga bisa merasakan langsung prosesnya,” ujarnya,
Seiring berjalannya waktu, pengelolaan kelas kini ditangani oleh Icha Nuril Labiba bersama tim.
Dan sekarang kelas membatik dibuka untuk pelajar, wisatawan, maupun masyarakat umum, dengan sistem reservasi terlebih dahulu.
“Peserta bisa reservasi dengan menghubungi nomor admin yang tersedia di medsos kami, lalu tinggal datang saja, semua alat sudah kami siapkan.
Hasil batiknya juga bisa dibawa pulang, jadi mereka punya pengalaman sekaligus kenang-kenangan,” ungkapnya.
Rumah batik ini juga menyediakan dua pilihan paket sehingga dapat disesuaikan dengan minat dan kantong para pengunjung.
"Tersedia dua paket utama. Paket ukuran kecil dibanderol mulai sekitar Rp 85 ribu per orang, sementara paket kanvas lebih besar sekitar Rp 170 ribu per orang. Harga dapat menyesuaikan jumlah peserta dalam satu kelompok," jelas Icha.
Menurut Icha, antusiasme peserta cukup tinggi, bahkan beberapa hari bisa penuh pemesanan. Selain di Garum, tim juga sering mengadakan pelatihan membatik di sekolah maupun luar daerah.
Dia berharap kelas ini mampu membuat anak muda lebih dekat dengan batik, bukan sekadar mengenakannya, melainkan juga memahami prosesnya. Para pengunjung yang belajar membatik juga akan mendapatkan suguhan kopi.
“Begitu mereka mencoba sendiri, biasanya langsung sadar kalau membatik itu butuh kesabaran dan ketelatenan,” tuturnya. (*/c1/ady)