Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jose Mourinho Sebut Real Madrid Raja Terluka Jelang Duel Benfica vs Real Madrid Liga Champions 2025–2026

Novica Satya Nadianti • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:17 WIB

Jose Mourinho sebut Real Madrid raja terluka jelang duel Benfica vs Real Madrid Liga Champions 2025–2026 di Estadio da Luz.
Jose Mourinho sebut Real Madrid raja terluka jelang duel Benfica vs Real Madrid Liga Champions 2025–2026 di Estadio da Luz.

JAKARTA - Pelatih Benfica, Jose Mourinho, melontarkan peringatan serius menjelang duel kontra Real Madrid pada play-off babak 16 besar Liga Champions UEFA 2025–2026. Mourinho menyebut Real Madrid sebagai “raja yang sedang terluka”, sebuah sinyal bahwa Los Blancos berpotensi tampil jauh lebih berbahaya.

Pertandingan Benfica vs Real Madrid dijadwalkan berlangsung di Estadio da Luz pada dini hari WIB. Laga ini tidak hanya menjadi duel dua raksasa Eropa, tetapi juga reuni emosional bagi Mourinho yang pernah menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013.

Jelang Benfica vs Real Madrid Liga Champions 2025–2026, Mourinho mencoba memainkan pendekatan psikologis. Ia menilai kekalahan Real Madrid dari Benfica pada fase liga sebelumnya masih membekas, tetapi justru bisa memicu reaksi keras dari tim raksasa Spanyol tersebut.

Mourinho Ingatkan Ancaman Real Madrid

Selama tiga musim melatih Real Madrid, Mourinho sukses mempersembahkan tiga trofi bagi klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut. Pengalaman itu membuatnya memahami karakter Los Blancos, khususnya saat menghadapi tekanan.

Mourinho menilai Real Madrid merupakan tim yang sangat berbahaya ketika sedang terluka. Ia pun mengingatkan para pemain Benfica agar tidak lengah menghadapi klub yang dikenal sebagai penguasa kompetisi Eropa.

“Kami telah melukai raja Liga Champions dan raja yang terluka itu sangat berbahaya,” ujar Mourinho seperti dikutip dari BBC.

Menurut Mourinho, pengalaman panjang Real Madrid di Liga Champions membuat mereka terbiasa menghadapi situasi sulit. Karena itu, pelatih berjuluk The Special One menegaskan bahwa hasil pertandingan sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan dalam duel dua leg.

Atmosfer Estadio da Luz Disiapkan Jadi Senjata Benfica

Mourinho juga menegaskan laga Benfica vs Real Madrid menjadi tantangan paling berat bagi timnya musim ini. Ia berusaha membangun mental pemain agar tetap percaya diri meski menghadapi klub dengan reputasi besar.

Benfica mencoba memaksimalkan dukungan suporter dengan membangun atmosfer pertandingan melalui kampanye di media sosial resmi klub. Strategi tersebut bertujuan membakar semangat pendukung sekaligus menciptakan tekanan bagi tim tamu.

Estadio da Luz diproyeksikan menjadi benteng emosional bagi Benfica. Mourinho berharap dukungan publik Lisbon mampu meningkatkan intensitas permainan timnya sejak menit awal pertandingan.

Sindiran Halus Mourinho untuk Arbeloa

Menariknya, Mourinho juga melontarkan komentar terhadap pelatih Real Madrid saat ini, Alvaro Arbeloa. Ia menyampaikan pujian sekaligus sindiran halus terkait masa depan Arbeloa di klub raksasa Spanyol tersebut.

Mourinho mengaku ingin menyingkirkan Real Madrid, tetapi di sisi lain ia berharap Arbeloa tetap bertahan dan meraih kesuksesan di Liga Spanyol.

“Saya ingin menyingkirkan Real Madrid, tetapi saya juga ingin Arbeloa memenangi Liga Spanyol dan bertahan lama karena dia sangat berbakat dan madridista sejati,” kata Mourinho seperti dikutip dari AS.

Rekor Buruk Madrid di Kandang Benfica

Estadio da Luz sebenarnya menyimpan sejarah manis bagi Real Madrid. Di stadion tersebut, Los Blancos pernah meraih gelar Liga Champions ke-10 setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 4-1 pada final musim 2013-2014.

Namun, catatan berbeda muncul ketika Real Madrid menghadapi Benfica di stadion yang sama. Fakta menunjukkan Los Blancos belum pernah meraih kemenangan saat melakoni laga tandang melawan raksasa Portugal tersebut.

Dalam dua kunjungan terakhir, Real Madrid selalu menelan kekalahan. Lawatan terbaru terjadi pada 28 Januari 2026 saat mereka tumbang 2-4. Kekalahan tersebut semakin menyakitkan karena gol penutup Benfica dicetak lewat situasi dramatis yang membuat mental Madrid terpukul.

Jika menilik sejarah lebih jauh, Real Madrid juga pernah dihajar Benfica pada perempat final Liga Champions musim 1964-1965. Saat itu, legenda sepak bola Portugal, Eusebio, menjadi momok bagi Madrid dengan kontribusi dua gol dan satu assist.

Duel Diprediksi Berlangsung Sengit

Meski memiliki catatan positif melawan Real Madrid di kandang sendiri, Mourinho menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena oleh sejarah. Ia menekankan pentingnya fokus dan ambisi untuk menghadapi pertandingan besar seperti Liga Champions.

Menurutnya, dalam kompetisi elite Eropa, keunggulan di atas kertas maupun hasil pertandingan sebelumnya tidak pernah menjadi jaminan kemenangan. Mourinho pun meminta pemain Benfica tampil maksimal untuk mengamankan hasil positif pada leg pertama.

Di sisi lain, Real Madrid dipastikan datang dengan tekad kuat untuk memutus kutukan di Estadio da Luz. Ambisi membalas kekalahan sebelumnya membuat laga Benfica vs Real Madrid Liga Champions 2025–2026 diprediksi berlangsung panas dan penuh tensi sejak menit awal.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Estadio da Luz #jose mourinho #Benfica vs Real Madrid