BLITAR KAWENTAR - Blitar Skate Mania, Komunitas yang Bertahan sejak Awal 2000-an
Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, Manfaatkan Ruang Publik untuk Latihan
Komunitas Blitar Skate Mania (BSM) menjadi salah satu ruang berkumpul sekaligus berkembang bagi para pencinta skateboard di Kota Blitar.
Berdiri sejak awal 2000-an, komunitas ini awalnya digagas oleh Rudi Wibowo, salah seorang skater yang kini sudah menetap di Madiun.
Komunitas ini berperan sebagai wadah bagi orang-orang yang memiliki hobi sama, sebelum akhirnya berkembang menjadi tempat belajar, berlatih, hingga mengikuti kompetisi.
Salah satu anggota senior BSM, Yusuf Prawiranegara, menjelaskan bahwa komunitas ini sejak awal memang tidak dibentuk dengan struktur ketua resmi.
Menurutnya, konsep kebersamaan memang diutamakan agar anggota merasa nyaman. “Kalau di sini seperti anak nongkrong saja, santai. Tapi kalau ada lomba atau kegiatan, kami bisa koordinasi,” ujarnya.
Anggota komunitas ini berasal dari kota maupun kabupaten Blitar dengan latar belakang usia yang berbeda.
”Ada anak SD juga, jadi semua kalangan di sini bisa masuk,dan bisa berlatih bersama. Bahkan saat event atau kegiatan besar, jumlah peserta bisa mencapai lebih dari 50 orang,” jelasnya.
Komunitas ini juga terbuka bagi siapa saja tanpa syarat kemampuan khusus. Yusuf menegaskan bahwa pemula justru akan dilatih dari dasar hingga mampu berkembang. “Tidak perlu keahlian khusus.
Di sini, kita melatih basic dari skateboard, yang penting ada keinginan untuk belajar dan maju,” katanya.
Selain latihan rutin setiap sore, anggota BSM juga sering melakukan kegiatan “check spot”, yaitu bermain skateboard di berbagai ruang publik seperti taman kota dan alun-alun.
Mereka juga kerap mengikuti kompetisi regional yang sebagian masih berada di bawah naungan Perserosi.
‘’Kami juga turut merayakan Go Skateboarding Day setiap 21 Juni. Ini merupakan salah satu momen yang dinantikan komunitas, sehingga tiap tahun kami akan berkoordinasi untuk menentukan lokasi perayaannya,’’ tuturnya.
Hingga kini, keberadaan BSM bukan hanya soal olahraga, melainkan juga ruang pembentukan kreativitas anak muda.
“Komunitas ini jadi wadah anak muda untuk berkreativitas tanpa batas lewat skate dan tempat lahirnya gaya masing-masing individu,” pungkasnya.
Ke depan, BSM berharap dukungan pemerintah daerah setempat dapat semakin meningkat, terutama dalam penyediaan fasilitas yang lebih memadai serta penyelenggaraan event lokal yang lebih sering. (*/c1/ady)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama