BLITAR KAWENTAR - Tradisi buka bersama (bukber) di bulan Ramadan memiliki makna tersendiri bagi generasi milenial.
Momen bukber bukan sekadar makan bersama, melainkan ajang mempererat silaturahmi dengan orang-orang terdekat. Seperti yang dirasakan Yolan Wandasari, asal Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo.
Kaum milenial ini lebih memilih mengagendakan bukber dengan sahabat atau keluarga inti. Karena kini tidak lagi tinggal di kota yang sama dengan sebagian sahabatnya, agenda bukber sering kali direncanakan jauh-jauh hari agar semua bisa hadir.
“Buat saya, makna bukber itu sebagai sarana mempererat silaturahmi. Biasanya kami menyebutnya ‘update kehidupan’.
Jadi memang momen untuk saling cerita karena sudah jarang ketemu. Maka dari itu, diniatkan quality time,” ujar Yolan, sapaan akrabnya.
Perempuan 32 tahun ini juga menepis anggapan, bukber identik dengan ajang pamer. Meski saling berbagi cerita tentang kehidupan terbaru, tidak ada niat menunjukkan pencapaian secara berlebihan.
“Memang saling cerita karena lama tidak bertemu. Tidak ada niat pamer sama sekali,” tegasnya.
Dalam memilih tempat bukber, ada sejumlah pertimbangan.
Selain menu yang enak dan favorit, faktor kenyamanan menjadi prioritas utama, mulai nyaman untuk ngobrol, nyaman untuk anak-anak, dan nyaman di dompet.
Tak hanya itu, konsep berpakaian juga kerap menjadi bahan diskusi sebelum bukber. Keseragaman warna atau tema busana dinilai bisa menambah kesan kompak.
“Perlu banget dibahas sebelumnya. Terpenting ada tema warna yang sama. Selain menunjukkan identitas, juga biar bagus di foto,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama