Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Setahun Memimpin Daerah, Wawali Kota Blitar Beberkan Data Tingkat Kemiskinan hingga Angka Kematian Bayi

M. Subchan Abdullah • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:07 WIB
Setahun Mas Ibin-Mbak Elim Pimpin Kota Blitar Fokus Tata Pelayanan dan Gali Potensi Pendapatan
Setahun Mas Ibin-Mbak Elim Pimpin Kota Blitar Fokus Tata Pelayanan dan Gali Potensi Pendapatan

BLITAR KAWENTAR - Tepat satu tahun setelah dilantik pada 20 Februari 2025, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba menyampaikan refleksi kinerja pemerintahan bersama Wali Kota Blitar. Momen tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Elim menyebut, satu tahun masa jabatan menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang telah dijalankan di Bumi Bung Karno. Dia mengakui bahwa dalam prosesnya tidak semua kebijakan berjalan tanpa kritik.

“Ya, suatu kebijakan pasti ada pro dan kontra. Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Blitar apabila dalam pengambilan kebijakan terdapat kekurangan, baik dalam perbuatan maupun perkataan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (19/2).

Menurut Elim, sejumlah indikator makro menunjukkan tren perbaikan. Tingkat kemiskinan tercatat turun dari 6,75 persen pada 2024 menjadi 6,60 persen pada 2025. Angka stunting juga mengalami penurunan signifikan dari 11,4 persen menjadi 5,77 persen.

Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,11 persen menjadi 4,28 persen. Angka kematian ibu yang sebelumnya 173,99 kini tercatat nol kasus. Sementara angka kematian bayi menurun dari 7,39 menjadi 3,46. “Capaian ini menjadi prestasi sekaligus cambuk bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” tegasnya.

Dia menambahkan, visi pembangunan “Maju, Sehat, dan Sejahtera Menuju Kota Masa Depan” tetap menjadi arah kebijakan pemerintah daerah. Sebagai Kota Proklamator, Blitar diharapkan mampu melanjutkan semangat perjuangan dalam pembangunan daerah.

Elim menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai pemerintah semata. Sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, serta seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci. ”Kami mengajak seluruh pihak untuk kompak, tidak terpecah belah, dan mengedepankan kepentingan bersama demi kesejahteraan masyarakat Kota Blitar,” pungkasnya. (sub/c1/ady)

Editor : Satria Wira Yudha Pratama
#Penanganan Banjir Blitar #Satu Tahun Mas Ibin Elim #Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #efisiensi anggaran 2026