BLITAR KAWENTAR - Memasuki Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mengimbau para pedagang takjil untuk lebih memperhatikan kualitas bahan makanan, serta menjaga harga jual agar tetap wajar dan terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto mengatakan, keamanan pangan menjadi perhatian utama karena konsumsi takjil meningkat selama Ramadan.
Dia meminta pedagang memastikan bahan baku yang digunakan aman dan memiliki asal-usul yang jelas.
“Pedagang takjil kami imbau menggunakan bahan yang sehat dan layak konsumsi. Hindari penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil,” kata Parminto.
Selain bahan makanan, Parminto juga menekankan pentingnya kebersihan dalam proses penyajian.
Pedagang diminta menggunakan alat bantu atau sarung tangan saat memegang makanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta tidak menggunakan staples dalam kemasan karena berisiko membahayakan konsumen.
“Hal-hal kecil seperti kebersihan tangan dan kemasan ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada keamanan makanan,” ujarnya.
Disperindag juga mengingatkan agar harga takjil tidak dipatok terlalu tinggi. Menurut Parminto, penetapan harga yang wajar penting agar masyarakat tetap bisa menikmati takjil tanpa terbebani.
“Harga kami harapkan wajar dan tidak memberatkan masyarakat. Ramadan ini harus jadi momen saling menjaga, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi,” tandasnya. (bud/c1/ady)