BLITAR – Ibadah puasa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah perjuangan sungguh-sungguh untuk meraih derajat takwa.
Mengacu pada kata la’allakum dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa predikat takwa tidak otomatis didapat oleh semua orang yang berpuasa, kecuali mereka yang serius dalam menjalankan ibadahnya.
Untuk membantu umat Islam mencapai target tersebut, Nabi Muhammad SAW telah mewariskan "kurikulum Ramadan" yang terdiri dari tiga amalan utama.
Pertama, meningkatkan salat, baik yang melekat dengan fardu (Rawatib) maupun salat mutlak seperti Tahajud dan Dhuha.
Kedua, berinteraksi intens dengan Al-Qur'an melalui cara Qira’ah (membaca), Tilawah (mengkaji makna), maupun menghafal.
Ustaz Adi memberikan tips praktis agar bisa khatam 30 juz dengan cara mencicil bacaan setiap sebelum dan sesudah salat fardu.
Amalan ketiga adalah memperbanyak infak. Nabi SAW dikenal semakin dermawan saat Ramadan tiba.
Infak tidak harus dalam jumlah besar; bahkan menyediakan sebiji kurma atau seteguk air untuk orang berbuka puasa sudah cukup untuk meraih pahala yang setara dengan orang yang berpuasa tersebut.
Dengan persiapan matang dan menjaga kesehatan melalui doa yang diajarkan Nabi, diharapkan setiap Muslim dapat menjalani Ramadan dengan penuh kekuatan iman dan keselamatan.(*)
Editor : Satria Wira Yudha Pratama