Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kompetisi Bulutangkis Ajang Asah Mental dan Jam Terbang Pelajar di Kota Blitar

M. Subchan Abdullah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:05 WIB

Ilustrasi bulutangkis
Ilustrasi bulutangkis

BLITAR KAWENTAR – Geliat olahraga bulu tangkis di Bumi Bung Karno terus dipacu. Baru-baru ini, Pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Blitar menggelar kompetisi bulu tangkis tingkat pelajar bertajuk Badminton Student League (BSL) 2026.

Kompetisi yang dipusatkan di GOR Minarni tersebut berakhir pada 7 Februari lalu. Diikuti oleh ratusan pelajar, kompetisi ini bertujuan untuk mengasah mental bertanding.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, BSL 2026 menunjukkan peningkatan antusiasme yang signifikan. Tercatat sebanyak 243 pemain ambil bagian dalam kejuaraan ini.

Tak hanya datang dari lokal Blitar, para peserta juga berdatangan dari berbagai daerah di wilayah Karesidenan Kediri hingga Kabupaten Jombang dan Malang.

Ketua PBSI Kota Blitar, Stefanus Edy Prayitno mengungkapkan, kompetisi ini memang dikhususkan bagi mereka yang masih berstatus pelajar.

Kategori yang dipertandingkan pun sangat lengkap, mulai dari rentang usia 8 hingga 19 tahun.

"Kami membagi kategori dalam beberapa kelompok umur (KU). Mulai dari Pra Dini (maksimal 8 tahun), Usia Dini (maksimal 10 tahun), Anak (maksimal 12 tahun), Pemula (maksimal 14 tahun), Remaja (16 tahun), hingga kategori Taruna (18 tahun)," jelasnya.

Kompetisi yang berakhir pada 7 Februari lalu ini bukan sekadar mengejar piala. Poin utamanya adalah menambah jam terbang dan pengalaman lapangan, terutama bagi atlet kategori Pra Dini yang baru mencicipi atmosfer kompetisi resmi.

"Melalui BSL ini, kita ingin menguji sejauh mana hasil latihan mereka di klub masing-masing. Lewat kompetisi ini kita bisa memantau bibit-bibit potensial yang nantinya bisa diproyeksikan ke jenjang yang lebih tinggi," tuturnya.

Disinggung mengenai pembinaan berkelanjutan, Edy menyebut ranah pembinaan teknis sepenuhnya dikembalikan kepada klub masing-masing.

PBSI bertugas menyediakan wadah kompetisi yang rutin dan berkualitas. Namun, dia tidak menampik bahwa tantangan besar menanti para atlet potensial.(sub/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#kompetisi #karesidenan #League #pelajar #kediri #badminton #student #PBSI Kota Blitar #bulutangkis