BLITAR KAWENTAR - Setelah lima hari hilang dan dalam pencarian, korban laka air, Sumarti, 72, warga Dusun Panggungrejo, Desa Panggungduwet, Kecamatan Kademangan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Minggu (22/2). Arus sungai yang deras dan cuaca sempat menjadi kendala petugas gabungan.
Sumarti sebelumnya dilaporkan hanyut pada Rabu (18/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, wilayah Kecamatan Kademangan diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
Korban yang diketahui baru pulang dari ladang diduga nekat menyeberangi sungai di wilayah Dusun Panggungrejo.
"Debit air yang meningkat drastis akibat hujan membuat arus sungai menjadi deras dan sulit dikendalikan. Korban diduga terpeleset lalu terseret arus sebelum sempat menyelamatkan diri.
Akhirnya Sumarti ditemukan pada hari kelima pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR)," ujar Wahyudi, Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar.
Dia melanjutkan, Sumarti ditemukan sekitar pukul 10.44 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berjarak kurang lebih 15,3 kilometer dari titik lokasi kejadian awal.
Tentu cukup jauh, apalagi memakan waktu hingga 5 hari pencarian. Sebelum ditemukan, tim SAR gabungan menerima informasi dari warga yang melihat tanda-tanda keberadaan korban di aliran sungai. Laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan penyisiran menuju lokasi yang dimaksud.
"Setelah dilakukan pengecekan dan evakuasi, korban dipastikan merupakan Sumarti yang sebelumnya dilaporkan hilang. Proses evakuasi berjalan lancar meski medan cukup sulit karena kondisi arus sungai yang masih cukup deras," ungkapnya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR gabungan resmi ditutup. Proses pencarian melibatkan unsur Basarnas, BPBD Kabupaten Blitar, TNI, Polri, PMI, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu sejak hari pertama kejadian.
BPBD Kabupaten Blitar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat musim hujan.
Curah hujan tinggi dapat menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba dan berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri menyeberangi sungai saat hujan deras atau ketika debit air meningkat. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Wahyudi. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.