BLITAR KAWENTAR - Keterlambatan pencairan bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025 kembali menuai sorotan.
Sejumlah pelatih menilai pemerintah daerah kurang siap dalam mengantisipasi agenda olahraga dua tahunan tersebut, khususnya terkait kepastian penghargaan bagi atlet berprestasi.
Pelatih sekaligus Ketua Harian Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Blitar, Devi Christian, menyebut hingga keberangkatan atlet ke Porprov 2025 tidak ada kejelasan mengenai besaran bonus.
Kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Nominal bonus biasanya sudah disampaikan sebelum pertandingan.
“Porprov itu agenda rutin dua tahunan, seharusnya bisa dipersiapkan sejak awal, termasuk alokasi bonus atlet,” ujarnya, kemarin (22/2).
Menurut Devi, ketiadaan kepastian tersebut membuat sebagian atlet merasa kecewa. Pasalnya, bonus dinilai sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan perjuangan mereka selama persiapan hingga pertandingan.
Meski demikian, dia menegaskan keterlambatan bonus tidak memengaruhi program latihan, khususnya di cabang olahraga bridge.
“Untuk latihan, kami tetap rutin. Anak-anak kami tekankan untuk disiplin dalam berlatih, karena itu menjadi salah satu faktor keberhasilan,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan dari cabang olahraga (cabor) lain yakni panjat tebing. Menurut Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Blitar, Coco Hanarko, keterlambatan pencairan bonus bukan kali pertama terjadi.
Dia menyebut para atlet pada akhirnya memahami adanya proses administrasi dan mekanisme keuangan yang harus dilalui pemerintah.
“Anak-anak sudah paham prosesnya, tapi tentu mereka tetap berharap bonus segera cair. Sebab, bonus ini bagian dari apresiasi dan bentuk motivasi agar teman-teman atlet semakin bersemangat dalam berlatih dan bertanding,” tuturnya.
Sekadar diketahui, ada sejumlah cabor yang sukses menyumbang medali pada perhelatan Porprov Jatim 2025 lalu.
Di antaranya adalah bridge, panjat tebing, dancesport, panahan, tinju, aeromodeling, tenis, taekwondo, wushu, muay Thai, sepatu roda, sepak takraw, karate, angkat besi, biliar, senam aeorobik dan barongsai.(bud/c1/sub)
Editor : Anggi Septian A.P.