BLITAR KAWENTAR - Pengawasan pangan selama Ramadan di Kota Blitar akan diperketat seiring meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar siap memastikan kelancaran dan keamanan pangan masyarakat.
Salah satunya melalui pengawasan yang dilakukan secara intensif dan jugaproses uji laboratorium terhadap produk pangan yang beredar.
Kepala BPOM Kediri, Winanto mengatakan, Ramadan seperti ini menjadi periode rawan peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. Karena itu, pengawasan dilakukan lebih ketat dibanding hari biasa.
“Dalam Ramadan, kebutuhan pangan meningkat sehingga pengawasan kami intensifkan. Kami lakukan pemeriksaan langsung, termasuk uji laboratorium, dan hasilnya akan kami sampaikan serta ditindaklanjuti jika ditemukan pelanggaran,” ujarnya kepada Koran ini kemarin (23/2).
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Parminto menegaskan, pasar takjil telah digelar sejak awal Ramadan hingga H-1 sebelum malam takbiran.
Kegiatan tersebut diperkirakan melibatkan sekitar 270 pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL). “Antusiasme masyarakat dan pedagang cukup tinggi.
Karena itu, kami berharap seluruh pedagang memastikan makanan yang dijual aman dan tidak bermasalah,” katanya.
Dia juga mengingatkan para pedagang untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan, termasuk menjaga kebersihan area berjualan.
Pasalnya, lokasi pasar takjil berada di ruas jalan umum yang setelah kegiatan bisa langsung digunakan kembali oleh masyarakat pengguna jalan.
“Kami minta pedagang taat aturan dan menjaga kebersihan karena ini fasilitas umum. Keamanan pangan dan ketertiban lingkungan harus sama-sama dijaga,” pungkasnya. (bud/c1/ady)