Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Makna Buka Bersama yang Barokah Menurut Alumnus Ponpes Nurul Ulum Kota Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 24 Februari 2026 | 10:44 WIB

Kembalikan Marwah Buka Bersama: Antara Pahala dan Gengsi
Kembalikan Marwah Buka Bersama: Antara Pahala dan Gengsi

BLITAR KAWENTAR - Seperti apa konsep makan bersama yang paling barokah dan sesuai dengan tradisi yang diajarkan Kanjeng Nabi?


“Banyak pahala dari buka bersama, terlebih ketika memberi makan orang yang menjalankan puasa. Ini menjadi sisi positif dari buka bersama yang melihat setara pada semua kalangan.

Paling baik makan bersama dalam satu wadah, seperti di pondok pesantren. Dari hal itu, ada rasa senasib sepenanggungan, tidak ada sekat antara yang kaya dan yang miskin.


Perlu diingat, Kanjeng Nabi itu teladan kita. Beliau tidak pernah makan kecuali sebelumnya mencari orang untuk diajak makan bersama.

Beliau tidak ingin kenyang sendirian. Jadi, esensinya adalah berbagi dan kebersamaan, bukan pamer menu atau tempat yang mahal.

Fokusnya ada pada ‘siapa yang kita ajak makan’ bukan ‘semewah apa makanannya’.” (jar/c1/ynu)

Muhammad Ainul Yaqin
Alumnus Ponpes Nurul Ulum Kota Blitar

Editor : Anggi Septian A.P.
#Ramadan 2026 #tradisi pesantren #sunnah rasul #buka puasa bersama #adab makan