BLITAR KAWENTAR - Seperti apa konsep makan bersama yang paling barokah dan sesuai dengan tradisi yang diajarkan Kanjeng Nabi?
“Banyak pahala dari buka bersama, terlebih ketika memberi makan orang yang menjalankan puasa. Ini menjadi sisi positif dari buka bersama yang melihat setara pada semua kalangan.
Paling baik makan bersama dalam satu wadah, seperti di pondok pesantren. Dari hal itu, ada rasa senasib sepenanggungan, tidak ada sekat antara yang kaya dan yang miskin.
Perlu diingat, Kanjeng Nabi itu teladan kita. Beliau tidak pernah makan kecuali sebelumnya mencari orang untuk diajak makan bersama.
Beliau tidak ingin kenyang sendirian. Jadi, esensinya adalah berbagi dan kebersamaan, bukan pamer menu atau tempat yang mahal.
Fokusnya ada pada ‘siapa yang kita ajak makan’ bukan ‘semewah apa makanannya’.” (jar/c1/ynu)
Muhammad Ainul Yaqin
Alumnus Ponpes Nurul Ulum Kota Blitar