BLITAR KAWENTAR – Telaga Blumbang Gede diwacanakan ada pengembangan untuk meningkatkan kunjungan wisata.
Sebab, destinasi wisata yang berada di kawasan perkebunan Desa Soso, Kecamatan Gandusari, ini hanya ramai ketika ada acara atau kegiatan tertentu saja. Beberapa infrastruktur bakal dilengkapi sehingga bakal menarik wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengatakan, Telaga Blumbang Gede memiliki panorama alam yang asri dengan hamparan telaga seluas kurang lebih 4 hektare.
Kondisi ini dinilai sangat potensial untuk menarik wisatawan domestik. “Blumbang Gede ini potensinya sangat luar biasa. Tidak semua daerah punya danau seperti ini. Panorama alamnya bagus dan sangat layak dikembangkan menjadi wisata air,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mewacanakan pengembangan Telaga Blumbang Gede sebagai destinasi wisata alam unggulan.
Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata air terpadu. Secara umum sudah ada gambaran awal terkait konsep pengembangan kawasan tersebut.
Penataan akan mencakup area UMKM, lokasi parkir, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
“Banyak wahana yang bisa dikembangkan seperti kano, paddle, dayung, bahkan jet ski. Tapi tentu harus dilengkapi infrastruktur pendukung seperti galangan perahu dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Selain wahana air, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan dengan fasilitas camping ground serta area pemancingan.
Konsep wisata terpadu ini diharapkan mampu memberikan pengalaman rekreasi yang lengkap bagi pengunjung.
Eko menjelaskan, sebelum diwacanakan menjadi destinasi wisata umum, Telaga Blumbang Gede sempat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga air, termasuk pembinaan cabang olahraga dayung.
“Awalnya memang lebih banyak dimanfaatkan untuk olahraga prestasi dan pembinaan. Tapi untuk wisata pemula juga sangat memungkinkan.
Dengan perlengkapan keselamatan seperti pelampung, ini sangat aman, bahkan untuk anak-anak,” ungkapnya.
Meski potensinya besar, Eko mengakui pengembangan wisata Blumbang Gede membutuhkan dukungan investasi.
Terlebih, kondisi keuangan daerah saat ini terbatas, apalagi setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Eko menyebut sedang membuka peluang kerja sama dengan investor atau pihak ketiga untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata tersebut.
Nantinya, Telaga Blumbang Gede mampu menjadi ikon wisata air baru di Kabupaten Blitar. “Soal pembiayaan, tentu kami harus pandai mencari investasi.
Tidak harus semuanya dikelola pemda. Bisa kerja sama dengan pihak ketiga. Yang jelas, menurut saya, ini sangat layak dan wajib dikembangkan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.