BLITAR KAWENTAR - Tidak lama lagi suasana perempatan Kanigoro akan terlihat lebih asri. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar merencanakan pembangunan taman ikonik yang bertema Kanigoro Asri pada lahan bekas Pasar Kanigoro. Nantinya, area tersebut menjadi taman kedua di Kecamatan Kanigoro.
Bupati Blitar Rijanto mengatakan telah lama merencanakan lahan eks Pasar Kanigoro menjadi taman.
Konsep ini bahkan sudah ada sejak kepemimpinannya pada periode pertama lalu. Tentu taman ikonik ini akan berbeda konsep dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro yang lokasinya tidak jauh.
"Lahan eks Pasar Kanigoro akan kami rencanakan dibangun taman. Bukan hanya itu, namun juga akan difungsikan untuk masyarakat sebagai tempat bersantai, dengan diisi food court dan gazebo atau tempat berteduh," ujarnya.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu melakukan peninjauan lahan eks Pasar Kanigoro pada Selasa (24/2).
Bahkan melakukan pengukuran lahan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Rijanto menyebut akan mengisi food court pada taman yang akan dibangun ini dengan makanan-makanan khas Blitar.
Antara lain, Soto Kanigoro, Uceng, dan ada Pecel Lambe Dower dengan penataan yang baik, sehingga membuat masyarakat tertarik untuk berkunjung.
“Pembangunan taman bertema Kanigoro Asri ini akan terwujud. Sepanjang kami dapat dukungan dari semua pihak, termasuk DPRD. Ya, insya Allah 2027 akan kami mulai pembangunannya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar Agus Zaenal Arifin mengaku berperan penting dalam pembangunan taman ikonik yang berada pada lahan eks Pasar Kanigoro, yang luasannya 4 ribu meter persegi.
Bahkan, nanti ada air mancur, patung produk telur, dan ikan koi. Tidak hanya itu, di sekitarnya ada bunga matahari yang dinilai masyarakat menjadi ikon Kecamatan Kanigoro.
Lalu, direncanakan bakal ada food court berbentuk letter L sehingga lebih tertata dan rapi. "Untuk 2026 ini pengerasan jalan taman tersebut, sedangkan pada 2027 akan dilakukan pengerjaan bangunan utamanya.
Ini masih dalam perencanaan sehingga anggaranya belum diketahui. Mungkin dua minggu lagi bakal muncul rencana anggaran biaya (RAB)," pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.