BLITAR KAWENTAR - Dua lansia pasangan suami istri asal Kelurahan Bajang, Kecamatan Talun, diketahui hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Kini, keduanya dipastikan telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebelum nantinya dirujuk ke panti lansia. Kondisi tersebut terjadi lantaran keduanya ditelantarkan anak-anaknya.
Ketua RT 2 RW 5 Kelurahan Bajang, Eko Wiyono mengatakan, pasangan lansia tersebut sudah tidak terurus secara maksimal.
Anak-anak mereka diketahui berada di luar daerah, masing-masing di Bandung dan Irian. Hingga kini, keduanya disebut sudah lama tidak memberikan kabar.
“Kerabat yang berada di Blitar mengaku tidak lagi sanggup merawat karena keterbatasan kemampuan. Untuk kebutuhan sehari-hari, warga sekitar terpaksa bergotong royong membantu secara bergiliran,” ujarnya kemarin (24/2).
Eko melanjutkan, selama ini kebutuhan makan kedua lansia tersebut dipenuhi bersama-sama oleh warga. Sayangnya, warga kini tidak sanggup untuk merawat pasangan lansia tersebut, hingga akhirnya diserahkan kepada dinas sosial.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Blitar langsung turun tangan. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar Michael Hankam Indoro memastikan telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung melakukan pengecekan bersama tim medis,” jelasnya.
Saat proses pengecekan, tim medis dari Puskesmas Talun bersama tenaga kesehatan dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi melakukan pemeriksaan di kediaman pasangan lansia tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya masuk kategori perawatan total karena kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan menyeluruh.
Selanjutnya, kedua lansia dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan dan pemeriksaan lebih komprehensif.
Namun, jika kondisi kesehatan keduanya telah stabil, proses rujukan akan dilanjutkan ke UPT Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW) Wlingi yang berada di bawah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten Blitar berharap langkah terpadu ini dapat memastikan kedua lansia memperoleh perawatan kesehatan yang layak sekaligus jaminan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
“Jika sudah membaik akan kami rujuk ke UPT PSTW Wlingi agar mendapat layanan rehabilitasi sosial yang lebih layak. Pada UPT PSTW, keduanya akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial secara lebih komprehensif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.