BLITAR KAWENTAR - Pengerjaan jembatan penghubung Desa Banggle dengan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, yang ambrol pada Januari lalu dipastikan telah rampung tahap pengecoran.
Jembatan tersebut dipastikan bisa dilintasi kendaraan sebelum Lebaran dan kini masyrakat harus bersabar melewati jalur alternatif.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli mengatakan, proses pengecoran jembatan di Jalan Raya Banggle telah selesai.
Dia menargetkan jalur ini dibuka pada 7–8 Maret mendatang karena harus menunggu umur beton mencapai kekuatan maksimal.
“Secara pengerjaan sudah selesai pengecoran. Tetapi jembatan masih ditutup dan belum bisa dilalui karena harus menunggu proses pengerasan beton. Namun dua minggu lagi target kami bisa dibuka dan dilewati,” ujarnya ditemui kemarin (24/2).
Dia melanjutkan, terdapat standar waktu yang harus dipenuhi agar beton mencapai kekuatan optimal dan aman dilintasi kendaraan.
Umumnya, beton membutuhkan waktu 28 hari untuk mencapai mutu maksimal. Dengan begitu, jembatan bisa dan nyaman dilewati oleh masyarakat. Saat ini jalur tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.
Pengendara motor harus melewati jalan alternatif dengan melewati lahan persawahan yang secara sukarela dibuat oleh warga sekitar.
“Kami menunggu umur beton bisa berkualitas dan dilewati dengan aman. Rencananya, jembatan akan dibuka sekitar tanggal 7–8 Maret sehingga sebelum Hari Raya sudah bisa dilalui masyarakat. Karena menjadi akses utama warga,” jelasnya.
Hamdan menyebut perbaikan jembatan tersebut menggunakan anggaran Unit Reaksi Cepat (URC) yang bersumber dari APBD Kabupaten Blitar.
Langkah itu diambil agar penanganan bisa segera dilakukan mengingat jembatan merupakan akses vital penghubung dua desa.
Selama proses penutupan, masyarakat diimbau tetap menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
Nanti setelah pembangunan jembatan selesai, diharapkan arus transportasi warga kembali normal dan aktivitas perekonomian masyarakat tidak lagi terganggu.
"Kami usahakan untuk jembatan Banggle-Sawentar bisa digunakan dengan aman saat Lebaran.
Maka dari itu, masyarakat harus bersabar karena pembangunan tak bisa instan," pungkasnya.
Sebelumnya, pada 22 Januari lalu, jembatan penghubung Desa Sawentar dan Desa Banggle ambles akibat pondasi yang keropos.
Jembatan tersebut merupakan bangunan lama yang kondisinya memang telah lama dikeluhkan warga karena mengalami kerusakan pada bagian bawah konstruksi. (jar/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.