RADAR BLITAR - Performa Pecco Bagnaia menjadi sorotan utama menjelang MotoGP 2026 setelah hasil kurang meyakinkan dalam tes pramusim di Sirkuit Buriram, Thailand. Pembalap andalan Ducati itu belum mampu menunjukkan performa terbaiknya, memunculkan kekhawatiran di awal musim.
Dalam rangkaian tes tersebut, Pecco Bagnaia menghadapi sejumlah kendala teknis yang cukup mengganggu. Ia mengaku belum sepenuhnya nyaman dengan motor terbaru Ducati, terutama dalam hal pengereman dan konsistensi performa di lintasan.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat Pecco Bagnaia merupakan salah satu kandidat kuat juara dunia MotoGP 2026. Namun, performa motor Ducati yang belum stabil membuat tim harus bekerja ekstra keras untuk menemukan solusi sebelum balapan perdana dimulai.
Hasil Tes Belum Memuaskan
Pada sesi tes pramusim di Buriram, Bagnaia hanya mampu menempati posisi ke-10 pada hari pertama. Catatan waktu tersebut membuatnya tertinggal dari beberapa rival utama, termasuk Álex Márquez yang tampil sebagai yang tercepat.
Selain itu, Marc Márquez juga menunjukkan performa impresif meski sempat mengalami insiden kecil. Hasil ini menegaskan bahwa persaingan MotoGP 2026 akan semakin ketat.
Meski demikian, selisih waktu yang tidak terlalu jauh memberikan sedikit harapan bagi tim Ducati. Terlebih, Bagnaia diketahui tidak menggunakan ban lunak dalam sesi tersebut, yang memengaruhi catatan waktunya.
Ducati Dihantui Masalah Teknis
Permasalahan utama yang dihadapi Bagnaia berkaitan dengan pengembangan motor terbaru Ducati. Prototipe yang dipersiapkan untuk musim 2026 dinilai belum memberikan performa maksimal, khususnya dalam stabilitas saat pengereman.
Hal ini membuat Ducati berada dalam dilema. Di satu sisi, mereka ingin mengembangkan motor baru untuk meningkatkan performa jangka panjang. Namun di sisi lain, motor versi sebelumnya justru dinilai lebih stabil dan kompetitif.
Dengan adanya regulasi pembekuan mesin hingga musim 2026, keputusan yang diambil akan sangat menentukan. Kesalahan dalam memilih spesifikasi bisa berdampak besar pada peluang juara tim.
Persaingan Semakin Sengit
Tidak hanya menghadapi masalah internal, Bagnaia juga harus bersiap menghadapi tekanan dari para rival. Tim Aprilia tampil mengejutkan dalam tes Buriram, dengan performa yang dinilai sangat kompetitif.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Marco Bezzecchi yang berhasil mencatat waktu tercepat sekaligus memecahkan rekor sirkuit. Ini menjadi sinyal bahwa dominasi Ducati mulai mendapat tantangan serius.
Kondisi ini membuat MotoGP 2026 diprediksi akan berlangsung lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya. Setiap tim kini memiliki peluang yang lebih seimbang untuk bersaing di papan atas.
Tekanan Besar untuk Bangkit
Sebagai pembalap yang memiliki rekam jejak impresif di kelas utama, Bagnaia datang ke musim 2026 dengan ekspektasi tinggi. Ia dikenal sebagai pembalap yang konsisten dan mampu bersaing di level tertinggi.
Namun, performanya pada musim sebelumnya sempat mengalami penurunan. Hal ini membuat tekanan terhadap dirinya semakin besar, terutama untuk kembali ke performa terbaik.
Bagnaia kini dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan teknis yang terjadi di tim Ducati.
Fokus Menuju Seri Pembuka
Meski hasil tes belum maksimal, Bagnaia tetap optimistis menatap balapan perdana MotoGP 2026 yang juga akan digelar di Buriram. Sirkuit tersebut bukan tempat asing baginya, mengingat ia memiliki catatan cukup baik di sana.
Tim Ducati pun diharapkan segera menemukan solusi atas masalah teknis yang ada. Jika tidak, peluang Bagnaia untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia bisa semakin berat.
Namun, dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki, Pecco Bagnaia masih menjadi salah satu kandidat kuat juara. Semua akan bergantung pada bagaimana Ducati memperbaiki performa motor mereka dalam waktu dekat.
Editor : Anggi Septian A.P.