Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Timnas Indonesia Berubah Drastis! Dari Terpuruk hingga Era Shin Tae-yong yang Berakhir Mengejutkan

Muhammad Rusdian Nuzula • Kamis, 26 Februari 2026 | 00:15 WIB

Baca Juga: Ryan Garcia Bukan Sekadar Petinju TikTok: Kisah Depresi, Nyaris Bunuh Diri hingga Dihantam Isu Doping

Sejarah timnas Indonesia berubah di era Shin Tae-yong, dari keterpurukan hingga prestasi sebelum berakhir mengejutkan.
Sejarah timnas Indonesia berubah di era Shin Tae-yong, dari keterpurukan hingga prestasi sebelum berakhir mengejutkan.

RADAR BLITARSejarah timnas Indonesia kembali mencatat babak penting setelah berakhirnya era kepelatihan Shin Tae-yong. Sosok asal Korea Selatan tersebut resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama skuad Garuda setelah kurang lebih lima tahun pengabdian yang penuh dinamika.

Dalam perjalanan sejarah timnas Indonesia, momen ini menjadi salah satu fase paling emosional. Publik sepak bola Tanah Air dibuat terkejut dengan keputusan federasi yang memberhentikan sang pelatih, meski sebelumnya ia berhasil membawa perubahan signifikan.

Sebelum era Shin Tae-yong dimulai, kondisi timnas berada di titik rendah. Pada masa kepelatihan Simon McMenemy, Indonesia mengalami rentetan hasil buruk tanpa kemenangan di ajang internasional. Hal ini memperkuat citra bahwa sejarah timnas Indonesia kala itu dipenuhi keterpurukan.

Baca Juga: KPPN Blitar: Realisasi APBN Januari 2026 Capai Rp643,16 Miliar, Fokus Jaga Daya Beli dan Tekan Inflasi Ramadan

Awal Transformasi di Era Baru

Perubahan besar dimulai pada 2019 ketika Iwan Bule sebagai Ketua Umum PSSI mengambil langkah cepat mengganti pelatih. Proses pencarian pelatih baru melibatkan Ratu Tisha Destria yang berperan penting dalam mendatangkan Shin Tae-yong.

Kedatangan pelatih yang pernah mengalahkan Jerman di Piala Dunia 2018 itu menjadi harapan baru. Ia langsung membawa pendekatan berbeda, mulai dari disiplin tinggi, latihan fisik intens, hingga perubahan pola pikir pemain.

Namun, perjalanan awalnya tidak mulus. Pandemi COVID-19 sempat menghambat program latihan. Meski begitu, ia tetap menjalankan program secara virtual dan menjaga komunikasi dengan pemain muda.

Regenerasi dan Fondasi Baru

Salah satu kontribusi terbesar dalam sejarah timnas Indonesia di era ini adalah regenerasi pemain. Shin Tae-yong berani melakukan perubahan besar dengan mengganti generasi lama dengan pemain muda.

Nama-nama seperti Witan Sulaeman, Pratama Arhan, dan Asnawi Mangkualam menjadi tulang punggung baru timnas.

Keputusan ini sempat menuai kritik karena dianggap terlalu berisiko. Namun, seiring waktu, hasilnya mulai terlihat. Timnas tampil lebih cepat, agresif, dan memiliki identitas permainan yang jelas.

Baca Juga: Ryan Garcia Bukan Sekadar Petinju TikTok: Kisah Depresi, Nyaris Bunuh Diri hingga Dihantam Isu Doping

Pencapaian dan Kritik

Puncak awal keberhasilan terjadi saat Indonesia mencapai final Piala AFF 2020. Meski gagal menjadi juara, performa tim mendapat apresiasi luas karena dihuni skuad muda dengan rata-rata usia rendah.

Namun, kritik tetap datang, salah satunya dari Haruna Sumitro yang menilai hasil tersebut belum cukup. Kritik itu justru memicu dukungan besar dari publik yang mulai jatuh hati pada sang pelatih.

Di sisi lain, peningkatan peringkat FIFA juga menjadi bukti nyata perkembangan tim. Dari posisi 173, Indonesia berhasil naik ke peringkat yang lebih kompetitif berkat hasil positif di laga uji coba.

Era Naturalisasi dan Ambisi Besar

Dalam perjalanan berikutnya, kebijakan naturalisasi menjadi bagian penting. Pemain seperti Elkan Baggott, Ivar Jenner, hingga Rafael Struick memperkuat skuad Garuda.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PSSI berikutnya, Erick Thohir. Dengan kombinasi pemain lokal dan diaspora, level permainan timnas meningkat signifikan.

Indonesia pun berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke Piala Asia 2023 dan melangkah hingga babak 16 besar. Bahkan, timnas U-23 sukses menembus semifinal Piala Asia U-23, pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menuju Panggung Dunia

Prestasi lain yang memperkuat sejarah timnas Indonesia adalah keberhasilan melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu bersaing di fase ini dan menghadapi tim-tim kuat Asia.

Hasil imbang melawan Arab Saudi dan Australia menjadi bukti bahwa Indonesia bukan lagi tim yang mudah dikalahkan. Bahkan, harapan tampil di Piala Dunia mulai terasa nyata.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Kekalahan dari beberapa tim kuat serta kegagalan di ajang tertentu memunculkan kembali kritik terhadap performa tim.

Baca Juga: Ryan Garcia, King Ry dengan Hook Kiri Mematikan: Dari Juara Amatir 15 Kali hingga Tumbangkan Devin Haney

Akhir yang Mengejutkan

Memasuki 2025, perjalanan panjang itu berakhir secara tiba-tiba. Shin Tae-yong resmi diberhentikan oleh PSSI. Keputusan tersebut diambil sebagai hasil evaluasi menyeluruh, bukan karena konflik sepihak.

Kepergian sang pelatih meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah timnas Indonesia. Ia bukan hanya membawa perubahan teknis, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang bagi masa depan sepak bola nasional.

Meski menuai pro dan kontra, satu hal yang tak terbantahkan adalah kontribusinya dalam mengangkat kembali martabat timnas di level Asia.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Sejarah Timnas Indonesia #prestasi timnas indonesia dari masa ke masa #kisah timnas indonesia #Perkembangan sepak bola Indonesia #Perjalanan Timnas Indonesia