BLITAR KAWENTAR - Rencana taman ikonik yang akan dibangun tahun depan di lahan eks Pasar Kanigoro akan berbeda konsep dengan lainnya. Meskipun tidak jauh dari lokasi itu juga ada ruang terbuka hijau (RTH). Nasibnya hanya ramai ketika ada kegiatan dan acara besar.
Kepala DLH Kabupaten Blitar, Iwan Dwi Winarto mengatakan, pembangunan RTH Kanigoro menjadi bagian dari upaya pemenuhan proporsi RTH di wilayah setempat. Sebab, Kabupaten Blitar hingga saat ini masih kekurangan RTH.
“Setiap daerah itu kan ada ketentuan berapa persen luasan wilayah yang harus dipenuhi untuk RTH. Nah, Taman Kanigoro Asri ini salah satunya untuk memenuhi luasan yang harus dipenuhi itu,” ujarnya.
Dia mengatakan, konsep taman baru tersebut akan berbeda dengan RTH yang sudah ada di Kanigoro. RTH existing selama ini difungsikan sebagai ruang publik untuk gathering sekaligus mendukung program carbon trade.
Bahkan di taman itu masyarakat bisa menikmati lari pagi dengan nyaman karena kualitas udaranya baik, apalagi produksi oksigennya melimpah dengan adanya pohon.
Sementara itu, Taman Kanigoro Asri yang akan dibangun ini untuk mewadahi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sesuai arahan Bupati Blitar.
Selain tetap menyediakan ruang berkumpul keluarga, area tersebut akan dilengkapi zona khusus bagi pedagang. Tentunya lebih mendukung produk lokal.
“Nanti ada tempat untuk gathering juga. Jadi, masyarakat bisa membawa makanan, berkumpul bersama keluarga. Sekaligus kami siapkan tempat untuk teman-teman UMKM,” terangnya.
Terkait pemasaran, Iwan menegaskan keberhasilan penjualan tetap bergantung pada kreativitas pedagang. DLH mendorong agar produk yang dijual dikurasi dengan baik, mulai dari kemasan hingga penyajian.
Pemkab juga mengarahkan agar UMKM yang berjualan mengutamakan produk kearifan lokal. Seperti olahan ketela, pisang goreng, ketuk, hingga sempol dan sate khas daerah.
Namun juga tidak mengecualikan makanan instan, hanya saja disarankan produk lokal. Saat ini, Kabupaten Blitar telah memiliki sejumlah RTH yang tersebar di beberapa wilayah.
Di antaranya, RTH Kanigoro, Kelingi, Ngarum, Sukarni, hingga Sutojayan. “Nanti kita lihat pengelolaannya seperti apa. Mudah-mudahan anggaran masih memungkinkan untuk operasional dan pemeliharaan,” tandasnya.(jar/c1/ady)
Editor : Anggi Septian A.P.