BLITAR KAWENTAR - Konsep puasa media sosial (medsos), menurut Chesillia Pramesthi, relate banget sama Gen Z, apalagi pas momen spesial bulan suci Ramadan.
Soalnya, puasa bukan cuma soal nahan lapar, melainkan juga soal ngatur apa yang kita konsumsi termasuk dari medsos. “Menurutku konsep ini bagus banget buat Gen Z.
Ini jadi langkah strategis biar kita lebih aware sama algoritma tontonan selama puasa,” katanya.
Chesillia bilang, salah satu cara paling simpel tapi ngaruh itu dengan cara mute atau block akun-akun yang vibes-nya toxic. Soalnya, kalau tiap hari disuguhi konten negatif, fokus dan produktivitas selama puasa bisa ikut ke-distract.
“Bukan berarti anti teknologi ya. Justru ini soal kita ambil kendali atas perhatian kita sendiri selama puasa,” jelasnya.
Chesillia mengibaratkan puasa itu mirip kayak pola makan. Bukan berhenti makan sama sekali, melainkan lebih ke memilih asupan yang tepat biar badan tetap fit.
“Nah, medsos juga gitu. Kita nggak harus off total, tapi pilih-pilih konten yang impactful, yang bikin kita lebih sehat secara mental dan tetap produktif,” pungkasnya. (bud/c1/ynu)
Editor : Anggi Septian A.P.