Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persebaya Surabaya vs PSM Makassar di Liga 1: Gol Spektakuler Gali Freitas Bawa Bajol Ijo Kokoh di Lima Besar

Novica Satya Nadianti • Jumat, 27 Februari 2026 | 17:30 WIB

Persebaya Surabaya kalahkan PSM Makassar 1-0 di Liga 1 lewat gol indah Gali Freitas di Stadion GBT.
Persebaya Surabaya kalahkan PSM Makassar 1-0 di Liga 1 lewat gol indah Gali Freitas di Stadion GBT.

SURABAYA - Persebaya Surabaya sukses mengamankan kemenangan krusial atas PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 Indonesia. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Persebaya Surabaya menang tipis 1-0 berkat gol spektakuler Gali Freitas pada menit ke-27.

Kemenangan Persebaya Surabaya atas PSM Makassar ini terasa istimewa. Selain terjadi dalam tensi tinggi, hasil tersebut juga menjaga posisi Bajol Ijo di papan atas klasemen Liga 1. Tambahan tiga poin membuat Persebaya kini mengoleksi 38 poin dari 23 pertandingan dan bertahan di lima besar.

Sejak peluit awal dibunyikan, laga Persebaya Surabaya kontra PSM Makassar langsung berjalan dengan tempo cepat. Atmosfer GBT yang bergemuruh memberi energi tambahan bagi tuan rumah untuk tampil agresif. Kedua tim sama-sama mengusung permainan menyerang dengan intensitas tinggi dan duel fisik yang ketat, terutama di sektor lini tengah.

Duel Taktik di Lini Tengah

Persebaya tampil dengan pendekatan menyerang yang terstruktur. Kombinasi umpan pendek cepat di area tengah menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan PSM. Selain itu, eksploitasi sisi sayap dimaksimalkan guna menciptakan ruang di lini belakang lawan.

Di bawah arahan Bernardo Tavares, Persebaya menunjukkan identitas permainan yang jelas: pressing agresif saat kehilangan bola dan transisi cepat ketika merebut penguasaan. Secara formasi, organisasi permainan cukup fleksibel. Saat menguasai bola, satu gelandang bertahan turun membantu proses build up dari lini belakang, sementara dua gelandang lainnya aktif bergerak di antara garis pertahanan PSM.

PSM Makassar memilih pendekatan yang lebih hati-hati. Mereka menumpuk pemain di area tengah untuk memutus aliran bola Persebaya dan mengandalkan serangan balik cepat melalui sisi lapangan. Strategi ini cukup efektif dalam 15 menit pertama, membuat tuan rumah belum mampu menciptakan peluang bersih.

Namun, pendekatan bertahan yang terlalu dalam justru menjadi bumerang. Ketika mencoba melakukan transisi menyerang, jarak antarlini PSM terlalu renggang sehingga serangan mudah dipatahkan sebelum masuk ke kotak penalti.

Gol Indah Gali Freitas Jadi Pembeda

Kunci pertandingan akhirnya hadir pada menit ke-27. Gali Freitas mencetak gol spektakuler melalui tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper PSM.

Gol tersebut bukan hanya indah secara teknik, tetapi juga lahir dari skema taktik yang matang. Sebelum gol tercipta, Persebaya berhasil menciptakan keunggulan jumlah pemain di sisi kiri yang memaksa blok pertahanan PSM bergeser. Pergeseran itu membuka ruang di area half space kanan.

Dengan sedikit ruang dan waktu, Gali melepaskan tembakan akurat yang langsung menggetarkan jala gawang. Sorak-sorai suporter di GBT pun pecah, menjadikan momen itu sebagai titik balik pertandingan.

Keunggulan 1-0 membuat Persebaya semakin percaya diri. Namun alih-alih terus menekan, mereka mengubah pendekatan menjadi lebih pragmatis. Struktur pertahanan diperkuat dan serangan dibangun lewat skema counter attack cepat.

Pertahanan Solid Redam Tekanan PSM

Memasuki babak kedua, PSM meningkatkan intensitas pressing dan memasukkan pemain dengan karakter lebih menyerang. Mereka juga mencoba variasi umpan direct untuk memaksimalkan duel fisik di lini depan.

Meski penguasaan bola meningkat, efektivitas PSM tetap minim. Masalah utama mereka terletak pada kurangnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan. Banyak serangan berakhir dengan crossing terburu-buru atau tembakan jarak jauh yang mudah diamankan.

Sebaliknya, lini belakang Persebaya tampil disiplin dan kompak. Bek tengah dominan dalam duel udara, sementara fullback sigap menutup ruang crossing. Lini tengah pun aktif membantu fase bertahan, memastikan celah antarlini tetap rapat.

Transisi negatif Persebaya berjalan cepat. Setiap kehilangan bola, pemain terdekat langsung melakukan tekanan sehingga serangan PSM sulit berkembang. Hingga menit-menit akhir, tuan rumah mampu menjaga fokus dan kedisiplinan.

Kematangan dalam mengelola keunggulan menjadi bukti perkembangan taktik dan mental Persebaya musim ini. Mereka tidak terpancing bermain terlalu terbuka meski mendapat tekanan di penghujung laga.

Kemenangan tipis ini bukan hanya soal satu gol spektakuler, melainkan gambaran keberhasilan strategi yang dijalankan dengan disiplin tinggi. Persebaya mampu memaksimalkan peluang dan menjaga organisasi permainan dengan baik.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas Liga 1. Sementara bagi PSM Makassar, laga ini menjadi bahan evaluasi terkait kreativitas dan efektivitas serangan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#gali freitas #liga 1 indonesia #stadion gelora bung tomo #persebaya surabaya #PSM Makassar