BLITAR KAWENTAR – Potensi cuaca ekstrem di wilayah Blitar Raya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Selain ancaman banjir dan tanah longsor, angin kencang dinilai menjadi salah satu risiko terbesar yang dapat memicu pohon tumbang hingga merusak fasilitas umum.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, Jajuk Indihartati, mengatakan bahwa Bumi Bung Karno termasuk daerah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
Karena itu, langkah antisipasi terus diperkuat, terutama menghadapi potensi angin kencang.
“Angin kencang selalu menjadi ancaman. Setiap musim hujan dengan intensitas tinggi, risiko pohon tumbang pasti meningkat. Ini yang menjadi atensi serius kami bersama OPD terkait,” ujarnya, kemarin (27/2).
Menurut Jajuk, fenomena angin kencang bukan hal baru di Blitar. Namun, dampaknya bisa signifikan jika tidak dilakukan langkah pencegahan sejak dini. Pohon-pohon tua dengan kondisi akar lapuk menjadi prioritas pengawasan.
DLH gencar melakukan pengecekan di sejumlah titik, khususnya di jalur protokol, kawasan permukiman, serta area publik.
Pohon yang dinilai sudah rapuh langsung ditindaklanjuti dengan penebangan terkontrol. Selain itu, pemangkasan ranting besar juga rutin dilakukan untuk mengurangi beban pohon saat diterpa angin kencang.
“Kami tidak hanya menebang pohon yang lapuk, tetapi juga memangkas ranting-ranting yang terlalu rimbun dan berpotensi membahayakan,” jelasnya.
Untuk mendukung percepatan penanganan, DLH kini telah dilengkapi fasilitas truk skylift. Armada tersebut memudahkan petugas menjangkau ranting pohon berukuran besar dan tinggi tanpa harus membahayakan keselamatan petugas.
Jajuk juga mengimbau masyarakat agar proaktif melapor apabila menemukan pohon yang terlihat lapuk atau rawan tumbang di lingkungan sekitar.
Laporan dapat disampaikan langsung ke DLH untuk segera ditindaklanjuti. “Partisipasi masyarakat sangat penting.
Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat kami bisa melakukan penanganan untuk mencegah risiko yang lebih besar, apalagi di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang,” tegasnya.(sub/c1)
Editor : Anggi Septian A.P.