Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Kesamben Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:41 WIB

Perempuan Lansia MD di Sungai Kesamben Diduga Terserang Vertigo
Perempuan Lansia MD di Sungai Kesamben Diduga Terserang Vertigo

BLITAR KAWENTAR - Seorang perempuan lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di aliran sungai Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Minggu (1/3) malam.

Perempuan berinisial K, warga setempat ini, diduga terjatuh ke sungai setelah sebelumnya mengeluhkan vertigo. Jasad K ditemukan warga sekitar pukul 19.30 WIB dalam kondisi tubuh miring di aliran sungai tak jauh dari rumahnya.


Kasi Humas Polres Blitar, Saiful Muheni mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga yang hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Tarawih.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Polsek Kesamben menerima laporan dari masyarakat tentang adanya orang meninggal dunia karena tenggelam di sungai. “Petugas langsung mendatangi lokasi kejadian,” ujarnya.


Saiful melanjutkan, berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian K masih berada di rumah saat kakaknya berangkat ke masjid untuk salat Tarawih.

Tak lama berselang, sejumlah warga yang melintas di jembatan sungai melihat sesosok tubuh dalam posisi miring ke kiri di aliran sungai.


Mengetahui hal tersebut, saksi segera meminta bantuan masyarakat sekitar dan bersama-sama mengevakuasi K. Petugas medis dari Puskesmas Kesamben dan bidan setempat juga dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.

“Setelah dilakukan pengecekan, yang bersangkutan dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan kemudian dibawa pulang ke rumah duka,” jelas Saiful.


Hasil pemeriksaan medis tim Puskesmas Kesamben bersama Tim Inafis Polres Blitar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh K. Di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan hal mencurigakan, dengan begitu jenazah langsung disemayamkan.


Polisi menduga K meninggal dunia akibat terjatuh ke sungai. Sebab, sebelumnya yang bersangkutan disebut kerap mengeluhkan vertigo. Saat ditemukan, jasad K juga sempat terseret arus sungai sejauh kurang lebih 15 meter.

"Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi. Keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi terkait penolakan otopsi," pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : Anggi Septian A.P.
#Berita Kriminal Blitar #Desa Siraman Kesamben #kecelakaan sungai #Penemuan Jenazah Blitar #polres blitar